Jakarta, hantaran.Co–World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 menjadi forum strategis bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk menegaskan perannya dalam membangun fondasi digital nasional yang berkelanjutan.
Forum yang diadakan di Davos Swiss, Senin hingga Jumat (19-23/1/2026), ini melibatkan perwakilan lebih dari 50 negara, 1.000 perusahaan global terkemuka, 100 pimpinan perusahaan, serta kepala negara dan pemimpin dunia dari berbagai sektor industri.
Baca Juga : Investasi PMA dan PMDN di Sumbar Serap 9.698 Tenaga Kerja Hingga Triwulan III 2025
Turut hadir Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, sebagai narasumber dalam sesi panel discussion yang berfokus pada topik pembahasan “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy”.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, TelkomGroup memegang peran kunci dalam membangun fondasi digital nasional.
Hingga saat ini, TelkomGroup telah menggelar lebih dari 180.000 kilometer infrastruktur backbone dan kabel bawah laut serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Dengan kepemilikan infrastruktur fiber yang ekstensif, TelkomGroup menjadi tulang punggung konektivitas di negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus mendorong ekosistem digital yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi.
“Melalui World Economic Forum Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung kolaborasi lintas industri, menarik investasi jangka panjang, dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global,” pungkas Dian.
Peran Telkom Semakin Strategis
Peran tersebut semakin strategis seiring agenda nasional pemerataan akses digital yang menargetkan konektivitas serat optik di 90 persen kecamatan serta cakupan mobile broadband bagi 98 persen populasi.
TelkomGroup berkontribusi aktif dalam memastikan perluasan jaringan tidak hanya terfokus pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna mengurangi kesenjangan dan mendorong pemerataan akses digital antarwilayah.
Saat ini, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband, sementara IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband, dengan luas jaringan TelkomGroup yang mencakup sekitar 97 persen populasi Indonesia.
Selain konektivitas, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center bersertifikasi internasional dan kapabilitas cloud lokal.
Pada tahun 2026, fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam, yang AI-ready, siap beroperasi dan melayani pelanggan, sekaligus mendukung kebutuhan hyperscaler dan enterprise global.
Lebih lanjut, Dian menambahkan Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global untuk membangun ekosistem digital yang andal dan berkelanjutan.
TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner global untuk mendorong beragam solusi dan inovasi digital demi masa depan Indonesia, sehingga mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Dian






