“Bulog ditugaskan menyiapkan stok beras satu juta ton untuk diekspor ke negara-negara tetangga dan negara yang sedang membutuhkan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Langkah ini dinilai memberikan manfaat ganda. Di tingkat domestik, kepastian penyerapan memperkuat posisi petani melalui jaminan pasar yang jelas. Sementara itu, di tingkat global, Indonesia mulai menegaskan diri sebagai bagian dari solusi atas tantangan pangan dunia.
Untuk menjaga keberlanjutan kebijakan tersebut, Bulog memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Pengamanan dan stabilisasi pangan akan terus dijalankan bersama Satgas Pangan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan pusat dan daerah,” pungkas Ahmad Rizal Ramdhani.
Dengan fondasi produksi yang kuat, peningkatan cadangan strategis, dan kesiapan membantu negara lain, swasembada pangan tidak hanya menjadi capaian nasional, tetapi juga modal Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam menjaga ketahanan pangan global. (h/sfr)






