Padang, Hantaran.Co – Objek wisata alam Lubuk Lukum di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, mulai kembali beroperasi setelah diterjang banjir bandang pada November lalu. Meski kawasan wisata telah dibuka untuk umum, dampak bencana masih menyisakan perubahan signifikan pada kondisi sungai dan aktivitas ekonomi warga sekitar.
Pengelola kawasan wisata Lubuk Lukum, Roni, mengatakan banjir bandang menyebabkan kerusakan serius pada struktur sungai. Selain merusak fasilitas pendukung wisata, derasnya arus air juga mengubah tekstur sungai dan merobohkan dinding penahan disejumlah titik.
Baca juga : Pemkab Pessel Pastikan Pasang Aramco Rp1,9 Miliar di Ngalau Gadang, Pengerjaan Ditargetkan Februari
“Kerusakan paling serius itu perubahan struktur sungai. Pinggir-pinggir sungai hancur dan dinding penahan di kiri dan kanan jebol,” ujar Roni, Rabu (28/1/2025).
Ia menjelaskan, lubuk yang menjadi daya tarik utama wisata kini mengalami pendangkalan. Padahal sebelumnya, lubuk tersebut memiliki kedalaman hingga sekitar lima meter dan menjadi alasan utama pengunjung datang ke kawasan wisata ini.
Lubuk Lukum Pasca Banjir Bandang
Banjir bandang terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.30 hingga 07.00 WIB. Dalam waktu relatif singkat, air meluap dan merendam rumah warga serta warung-warung di sekitar kawasan wisata. Peristiwa tersebut disebut sebagai banjir terparah yang pernah terjadi di wilayah tersebut dalam puluhan tahun terakhir.
Penurunan jumlah pengunjung pascabanjir turut dirasakan masyarakat. Jack, salah seorang pengunjung, menilai suasana Lubuk Lukum kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelum bencana, terutama pada akhir pekan.
“Dulu ramai sekali, sekarang sudah sepi. Banyak pondok dan tenda hanyut, sungainya juga berubah,” ujarnya.
Meski demikian, Jack menilai kawasan wisata masih aman dikunjungi karena adanya pos penjagaan dan pengawasan dari warga setempat.






