Dari sisi ekonomi, dampak banjir bandang masih dirasakan warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata. Yanti salah satu pedagang di kawasan wisata tersebut mengatakan banjir berdampak langsung pada pendapatan masyarakat.
“Kami semua di sini berjualan. Ini mata pencaharian kami, jadi yang paling terasa itu ekonomi,” ujarnya.
Hingga kini, proses pemulihan kawasan wisata masih mengandalkan swadaya masyarakat. Warga dan pemuda setempat bergotong royong membersihkan lumpur, pasir, dan kerikil yang berpotensi membahayakan pengunjung, dengan dukungan aparat TNI dan Polri.
Dana perbaikan sementara berasal dari sumbangan sukarela pengunjung serta hasil penjualan warga yang digunakan kembali untuk memperbaiki fasilitas yang rusak.
Meski belum pulih sepenuhnya, warga berharap Wisata Lubuk Lukum dapat kembali normal dan menjadi sumber penghidupan masyarakat, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan potensi bencana ke depan. (h/dna)






