Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan pembangunan jalur darurat atau emergency exit di ruas-ruas jalan menurun ekstrem. Jalur tersebut dinilai dapat meminimalkan dampak kecelakaan saat kendaraan mengalami kegagalan pengereman. “Jalur darurat bisa menjadi solusi untuk mencegah kecelakaan fatal, terutama di kawasan rawan seperti Panyalaian,” tuturnya.
Yosritzal menambahkan, seringnya kecelakaan di jalur lintas Sumbar, termasuk tragedi di Panyalaian, menjadi pengingat bahwa pembenahan sistem transportasi darat tidak bisa ditunda.
“Ketika human error menjadi faktor dominan, maka peningkatan pengawasan, disiplin operasional, serta integritas seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Minta Pengendara Berhati-hati
Terpisah, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban serta mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
“Saya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan dan cuaca,” kata Eka Putra, Selasa (27/1/2026).
Ia mengimbau kepada pengendara baik roda dua maupun kendaraan roda empat dan seterusnya untuk tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan karena keselamatan adalah yang utama. Menurutnya, pengemudi truk bertonase besar bisa memanfaatkan rest area di kawasan Aia Angek untuk beristirahat dan mendinginkan sistem pengereman kendaraan.
Bupati juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan evaluasi guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Tanah Datar.






