Agam, hantaran.Co–Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mulai mematangkan langkah penanganan banjir dengan melibatkan langsung masyarakat dalam perencanaan pembangunan drainase jalan di tiga kelurahan terdampak, yakni Pasir, Lohong, dan Karan Aur.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR), Pemko Pariaman menggelar rapat sosialisasi bersama warga sebagai bagian dari tindak lanjut penanganan pascabanjir yang sempat melanda kawasan tersebut.
Baca Juga : Asisten 1 dan I2 Pemko Pariaman Baru, “Masih Banyak yang Harus Diselesaikan”
Dalam pertemuan itu, pemerintah memaparkan rencana pembangunan drainase jalan di sisi kanan jalan dari arah Karan Aur menuju Pantai Gondoriah, dengan lebar saluran mencapai 1,5 meter dan panjang penanganan sekitar 1,5 kilometer.
Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menegaskan bahwa sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai, mengingat pembangunan tersebut akan bersinggungan langsung dengan aktivitas dan lingkungan masyarakat.
“Sepanjang ruas jalan tersebut terdapat bangunan serta kegiatan warga yang berpotensi terdampak selama proses pembangunan. Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan agar masyarakat memahami rencana dan tahapan pekerjaan,” ujarnya.
Pemko Pariaman Dalam Tahap Koordinasi
Menurut Afrizal, keterlibatan unsur masyarakat seperti Kerapatan Adat Nagari (KAN), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ninik mamak, dan cadiak pandai diharapkan mampu memperlancar pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Dari sisi pendanaan, pembangunan drainase ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari Dana Bantuan Presiden (Banpres), sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di daerah.
Saat ini, Pemko Pariaman masih berada pada tahap koordinasi lintas pihak, sosialisasi, serta penyusunan perencanaan teknis agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Untuk pekerjaan fisiknya, direncanakan akan dimulai setelah Lebaran, setelah seluruh proses perencanaan dan sosialisasi selesai dilakukan,” tambah Afrizal.
Melalui pembangunan drainase ini, pemerintah berharap dapat meminimalkan risiko banjir yang kerap terjadi di tiga kelurahan tersebut, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan lingkungan permukiman warga.






