http://Padang, hantaran. Co–Komitmen kampus vokasi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan Politeknik Negeri Padang (PNP). Melalui penyusunan master plan infrastruktur Nagari Pangian, PNP mengambil peran strategis dalam mendorong kebangkitan ekonomi nagari berbasis potensi lokal, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak.
Penyusunan master plan tersebut dilakukan sebagai respons atas berbagai persoalan pembangunan yang selama ini menghambat optimalisasi sektor pertanian dan pariwisata di Nagari Pangian. Tim PNP dipimpin langsung oleh Direktur, didampingi Wakil Direktur, Ketua Jurusan Teknik Sipil, serta dosen PSDKU, yang turun langsung melakukan survei dan pemetaan kondisi wilayah.
Baca Juga : Komisi 10 DPR Kunjungi RSUD dr. Rasidin, 39 Petugas Terdampak Banjir
Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto, mengatakan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan vokasi tidak semata pada capaian akademik, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Indikator keberhasilan kampus vokasi bukan hanya pada prestasi akademik, tetapi sejauh mana kehadirannya memberi dampak langsung. Penyusunan master plan infrastruktur ini menjadi pondasi awal membangun kemandirian ekonomi nagari,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Ia menyebutkan salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian utama adalah sektor pertanian. Berdasarkan hasil pemetaan awal, sekitar 38 hektare lahan sawah di Nagari Pangian belum terairi secara optimal, sehingga berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.
“Kondisi serupa juga dialami kolam-kolam ikan milik warga akibat sistem distribusi air yang belum tertata dengan baik,” ucap Revalin.
Menanggapi hal tersebut, sambungnya, Jurusan Teknik Sipil PNP melakukan pemetaan sistem irigasi sebagai langkah awal pemulihan fungsi air sebagai penggerak utama ekonomi pertanian dan perikanan. Upaya ini diharapkan mampu menghidupkan kembali sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal.






