Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Mengalami Tren Perlambatan, Bencana Salah Satu Faktor

4
×

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Mengalami Tren Perlambatan, Bencana Salah Satu Faktor

Sebarkan artikel ini
sumbar

Dia menerangkan, penelitian pertama terkait dengan kajian dampak bencana alam terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hasil penelitian itu diharapkan mendapatkan gambaran sejauh mana bencana alam memberikan dampak terhadap perekonomian dan langkah-langkah penanganannya menjadi rekomendasi pada akhir penelitian.

“Dari penelitian ini akan dilihat sektor-sektor mana yang paling terdampak dan kira-kira kebijakan apa yang paling efektif untuk mengembalikan atau bahkan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” katanya.

Hasil penelitian tersebut juga diharapkan bisa mengukur dan memetakan “bekas luka” (scarring effect) dari guncangan terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang, termasuk sektor-sektor yang paling rentan terdampak dari “luka” itu sendiri. Kemudian juga dari penelitian itu tim peneliti akan mengusulkan dasar kebijakan untuk memutus risiko long round equilibrium dan memperkuat strategi mencapai pertumbuhan ekonomi melalui intervensi yang lebih transformasional. “Tentunya diharapkan nanti bisa memberikan skenario kebijakan berbasis pada simulasi untuk menilai efektivitas berbagai opsi intervensi,” ujarnya.

Kajian kedua terkait percepatan pertumbuhan ekonomi Sumbar melalui penguatan sektor inklusif. Kajian ini akan memperkuat upaya untuk mempercepat pertumbuhan melalui penguatan sektor inklusif dengan mengidentifikasi sektor yang paling kuat menciptakan tenaga kerja dan mengukur bagaimana pariwisata bisa mengangkat pendapatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Sehingga pertumbuhan tidak hanya tinggi tetapi juga merata,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya optimis ekonomi nasional bergerak ke arah yang lebih baik. “Saya mengajak semua pihak meninggalkan sikap menunggu dan ragu, serta mulai membangun keyakinan bahwa perekonomian nasional pada 2026 dan 2027 akan bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan,” kata Perry secara daring dari Jakarta.

Ia menuturkan, proyeksi BI menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran angka 4,9–5,7 persen, dengan titik tengah 5,3 persen. Angka tersebut diproyeksikan meningkat pada 2027 dalam rentang 5,1–5,9 persen, dengan titik tengah 5,5 persen. Pada saat yang sama, inflasi diperkirakan tetap terjaga pada level 2,5 persen plus minus 1 persen, sehingga stabilitas ekonomi nasional diyakini tidak akan terganggu.