Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Mengalami Tren Perlambatan, Bencana Salah Satu Faktor

4
×

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Mengalami Tren Perlambatan, Bencana Salah Satu Faktor

Sebarkan artikel ini
sumbar

Menurutnya, dorongan optimisme itu juga tercermin dari sektor keuangan. Pertumbuhan kredit diproyeksikan berada pada kisaran 8–12 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 9–13 persen pada 2027.

“Digitalisasi ekonomi terus dipacu, dengan target 17 miliar transaksi digital pada 2026, dengan melibatkan sekitar 60 juta pengguna QRIS, di mana 45 juta di antaranya berasal dari pelaku UMKM. Sistem pembayaran digital tersebut juga akan diperluas ke delapan negara, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Korea Selatan, India, Arab Saudi, dan China,” katanya.

Dalam konteks ini, masyarakat dan pelaku usaha diingatkan untuk tidak terjebak pada sikap wait and see, karena keraguan justru berisiko membuat Indonesia tertinggal dari momentum pertumbuhan.

Ekonomi Sumbar Rapuh Terhadap Bencana

Terpisah, Pakar Ekonomi Universitas Tamansiswa Padang, Yuni Chandra mengatakan, dalam pertumbuhan ekonomi yang menurun terkandung persoalan yang lebih mendasar. Pertumbuhan dapat berlangsung tanpa ketahanan struktural.

“Statistik memang masih menunjukkan ekspansi, tetapi laju yang melemah menandakan daya tahan ekonomi ikut menurun. Sumbar hari ini memasuki fase perlambatan yang menguji kerapuhan struktur ekonominya secara nyata,” katanya, kemarin.

Ia menyebut, struktur PDRB Sumbar saat ini masih didominasi sektor tradisional, seperti pertanian, perdagangan kecil, dan jasa. Tiga sektor ini menjadi penyumbang terbanyak dalam menyerap tenaga kerja. Namun, produktivitas di sektor ini relatif rendah dan rentan guncangan harga. Ketika harga komoditas turun, pendapatan rumah tangga langsung tertekan.

“BPS juga mencatat konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan. Investasi dan ekspor belum cukup kuat menopang ekspansi jangka panjang. Ekonomi yang bertumpu pada konsumsi mudah goyah. Sedikit guncangan saja dapat menghentikan laju pertumbuhan,” tuturnya.