Padang, hantaran.Co–Pemerintah pusat mempertegas komitmen untuk mempercepat pemulihan Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir 2025 lalu. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo ke Sumbar selama tiga hari, 28–30 Januari 2026, untuk meninjau langsung sejumlah infrastruktur strategis yang rusak akibat bencana.
Kedatangan Menteri PU disambut langsung Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di ruang tunggu VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (28/1/2026).Sejumlah agenda peninjauan telah disiapkan, mulai dari ruas jalan terdampak bencana hingga proyek infrastruktur yang sebelumnya telah diusulkan Pemprov Sumbar kepada pemerintah pusat.
Baca Juga : Urgensi PP sebagai Pedoman Perda Hukum Adat dalam KUHP Nasional
Gubernur Mahyeldi menilai kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk mempercepat pemulihan konektivitas wilayah dan menggerakkan kembali denyut ekonomi masyarakat.
“Insya Allah selama di Sumbar, Menteri PU akan meninjau langsung ruas jalan terdampak bencana seperti Malalak dan Lembah Anai, juga ruas Payakumbuh–Sitangkai, serta kawasan Pasar Payakumbuh. Ini bukan hanya soal perbaikan pascabencana, tapi juga percepatan pembangunan infrastruktur strategis,” ujar Mahyeldi.
Seluruh Infrastruktur Rusak Ditangani Pusat
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, seluruh infrastruktur yang rusak akibat bencana di Sumbar akan ditangani pemerintah pusat dengan prinsip build back better, yakni dibangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan lebih aman.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, negara harus hadir cepat. Infrastruktur yang rusak tidak sekadar diperbaiki, tapi dibangun lebih kuat agar lebih tahan terhadap risiko bencana ke depan,” kata Dody.
Salah satu fokus utama kunjungan Menteri PU adalah ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, jalur vital yang sempat lumpuh akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Di lokasi tersebut, Dody memastikan pembangunan jembatan permanen tengah dipersiapkan, sembari menuntaskan pemasangan jembatan sementara agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.
“Selain jembatan armco dan bailey sementara, kami sedang menyusun desain jembatan permanen yang sesuai dengan kondisi geografis Malalak yang curam dan berada di kawasan hutan lindung,” ujar Dody.






