Tak hanya itu, Kementerian PU juga mengkaji pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi bencana untuk menahan aliran material dari kawasan pegunungan yang bermuara ke kilometer 74, titik yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang.
Untuk penanganan menyeluruh Jalan Malalak, pemerintah pusat menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2026–2027.
Gubernur Mahyeldi menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, Jalan Malalak memiliki peran strategis dalam menghubungkan kawasan ekonomi dan pariwisata Sumbar. “Penanganan jalan ini harus cepat, tapi yang lebih penting aman dan berorientasi jangka panjang. Kami ingin risiko bencana di masa depan bisa ditekan,” ujarnya.
Selain Malalak, jalur Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar juga menjadi perhatian serius. Menteri PU menginstruksikan agar ruas jalan nasional tersebut dapat difungsikan 24 jam penuh selama masa libur Idulfitri 2026.
“Saya minta H-7 sampai H+7 Lebaran, jalur ini dibuka 24 jam. Tidak seperti sekarang yang masih buka-tutup. Semua alat berat harus keluar dari badan jalan,” tutur Dody saat meninjau lokasi perbaikan jalur Lembah Anai.
Jalur Lembah Anai merupakan akses utama Padang–Bukittinggi dan Sumbar bagian utara. Saat ini, perbaikan masih berlangsung, dengan target penyelesaian permanen pada Juli 2026. Namun untuk Lebaran, fungsionalitas jalur diprioritaskan demi kelancaran arus mudik dan balik.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi langkah cepat tersebut. Ia menegaskan Pemprov Sumbar siap mendukung penuh koordinasi lintas sektor demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pemulihan ekonomi daerah. Kami berharap masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran negara di masa sulit ini,” kata Mahyeldi.
Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri anggota DPR RI, Andre Rosiade; Bupati Padang Pariaman, John Kenedi Aziz; Bupati Agam, Benny Warlis; Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi; Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo; serta jajaran terkait lainnya.






