“Ini adalah komitmen Presiden Prabowo Subianto yang ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran kementerian,” tegas Wamenaker.
Sejumlah Program Kemenaker
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program Kementerian Ketenagakerjaan yang dapat diarahkan ke Kabupaten Agam. Di antaranya Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) atau Tenaga Kerja Pemula, yang menyasar masyarakat terdampak melalui pelatihan berbasis potensi daerah oleh Balai Pelatihan Vokasi.
Selanjutnya, Program Padat Karya yang memungkinkan kelompok masyarakat di nagari-nagari mengusulkan kegiatan perbaikan infrastruktur terdampak bencana, seperti irigasi, jembatan, dan jalan. Setiap lokasi usulan berpeluang memperoleh dukungan anggaran hingga Rp100 juta dan melibatkan sekitar 30 tenaga kerja lokal.
Selain itu, peserta program tenaga kerja mandiri pasca pelatihan akan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta. Kemnaker juga memastikan sejumlah program lainnya akan diprioritaskan bagi wilayah terdampak bencana melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Wamenaker turut mengingatkan pentingnya sinergi lintas pihak, termasuk peran DPRD dalam mendukung, mengawal, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.






