Sebagai pimpinan legislatif daerah, Hakimin menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan dan demokrasi di daerah, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan. Ia berharap pers lokal tetap menjadi mitra kritis pemerintah dan DPRD, bukan sekadar penyampai informasi seremonial.
“Pers yang sehat adalah pers yang kritis, tapi adil. Bukan memusuhi, bukan pula menjadi corong kekuasaan. Di situlah pers menjadi penyeimbang demokrasi,” tuturnya.
Menutup pandangannya, Hakimin mengajak seluruh insan pers untuk belajar dari sejarah. Menurutnya, idealisme pers masa lalu harus tetap hidup di tengah kecanggihan teknologi masa kini.
“Teknologi boleh berubah, platform boleh berganti, tapi nilai-nilai dasar pers, kejujuran, keberpihakan pada kebenaran, dan kepentingan publik tidak boleh luntur,” pungkasnya. (h/kis)






