Sumbar

Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Tuntas 2031

0
×

Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Tuntas 2031

Sebarkan artikel ini
tol

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.

Menurut Mahyeldi, keberadaan jalan tol tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana banjir dan longsor.

“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan,” ujar Mahyeldi.

Pemprov Sumbar, ucapnya, siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. “Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” kata Mahyeldi.

Pembangunan Tol Dibagi Dua Segmen

Mahyeldi mengungkapkan bahwa pembangunan seksi ini direncanakan akan dibagi ke dalam dua segmen utama, yakni segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan segmen Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer.

Masing-masing segmen dilengkapi satu interchange (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antar wilayah. Diperkirakan, kebutuhan biaya untuk pembangunan seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi ini mencapai 25,23 triliun rupiah. “Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” tuturnya.

Ia menambahkan, khusus segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer. Terowongan pertama sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.

Selain itu, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut direncanakan menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 kilometer at grade (di atas permukaan tanah), 10 kilometer jembatan dan sisanya terowongan.