Sumbar

Haluan dan Kemenag Sumbar Bangun Komunikasi, Menjaga Eksistensi Media Cetak

0
×

Haluan dan Kemenag Sumbar Bangun Komunikasi, Menjaga Eksistensi Media Cetak

Sebarkan artikel ini
Haluan

Padang, hantaran.Co–Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, eksistensi media cetak menghadapi tantangan serius, mulai dari pergeseran minat pembaca hingga keterbatasan ruang kolaborasi dengan institusi publik. Kondisi ini menuntut adanya sinergi yang lebih kuat antara media massa dan pemerintah agar fungsi edukasi dan kontrol sosial tetap terjaga.

Persoalan tersebut menjadi salah satu latar belakang audiensi Koran Haluan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Rabu (4/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kanwil Kemenag Sumbar ini bertujuan membangun komunikasi serta membuka peluang kemitraan strategis.

Baca Juga : Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Tuntas 2031

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Mustafa, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas konsistensi Koran Haluan yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Menurut Mustafa, usia Harian Haluan yang telah mencapai 78 tahun ini, merupakan bukti ketangguhan dan dedikasi media cetak dalam menjaga kualitas informasi.

“Tujuh puluh delapan tahun usia Harian Haluan terbilang cukup tua di Indonesia. Di tengah derasnya media digital, Haluan masih eksis memberikan edukasi dan informasi yang bermutu kepada masyarakat. Ini capaian yang patut diacungi jempol,” ujarnya.

Namun demikian, Mustafa menegaskan bahwa kerja sama antara institusi pemerintah dan media harus dibangun secara cermat, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Secara prinsip dan hirarki tidak ada halangan untuk bersinergi. Namun secara teknis perlu dikomunikasikan dan dikaji lebih mendalam agar kerja sama yang terbangun benar-benar solid dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemberitaan yang konstruktif, beretika, serta berada dalam batasan proporsional, sehingga mampu memberikan pencerahan tanpa mengabaikan akurasi dan tanggung jawab jurnalistik. Sebagai langkah awal, Kakanwil meminta pihak Koran Haluan mengajukan proposal serta draf rencana kegiatan sebagai dasar pembahasan lanjutan kerja sama.

“Meskipun kerja sama formal atau MoU belum tentu langsung terealisasi, untuk program seperti Mutiara Ramadan ini bisa kita tindaklanjuti lebih dahulu,” tambah Mustafa.

Menurutnya, audiensi ini tidak sekadar silaturahmi, melainkan menjadi pintu masuk kolaborasi nyata antara media legendaris Sumatera Barat dengan institusi keagamaan. Harapannya, sinergi tersebut mampu melahirkan konten-konten edukatif dan mencerahkan, sekaligus menjaga marwah media cetak dan memperkuat peran Kemenag dalam membangun masyarakat Sumatera Barat yang religius dan berintegritas.