Ia mengusulkan agar setiap pembangunan pasar baru wajib dibarengi fasilitas pengelolaan sampah, seperti TPS 3R dalam satu paket pembangunan. Menurutnya, pasar merupakan salah satu sumber sampah terbesar, sehingga perlu penanganan sejak awal. “Kalau sejak awal sudah disiapkan TPS 3R atau fasilitas lain sesuai kajian Kementerian PU, maka sampah dari awal bisa kita kurangi,” ujarnya.
Tak hanya pasar, Zigo juga menyoroti persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dibangun namun belum bisa difungsikan akibat belum adanya serah terima aset. Ia mencontohkan pembangunan TPA di Kabupaten Solok Selatan sejak 2019 yang hingga kini belum selesai proses penyerahannya.
Zigo Rolanda Nilai Banyak Aset Cipta Karya Bermasalah
Zigo Rolanda menilai banyak aset Cipta Karya yang mengalami masalah serupa. Ia pun meminta Kementerian PU lebih serius dalam penertiban aset agar pembangunan yang sudah dilakukan tidak terbengkalai. “Jangan bangun terus, tapi kita tidak punya data penertiban aset yang jelas,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Zigo Rolanda juga menyoroti program pengendalian banjir di Sumatera Barat. Ia mengapresiasi penanganan bencana yang selama ini dilakukan pemerintah pusat dan Kementerian PU, namun menilai ada catatan penting terkait pengurangan anggaran pada sejumlah titik pengendalian banjir.
Zigo Rolanda menyebut, dalam dokumen Satuan 3 yang diserahkan Kementerian PU pada November, terdapat sejumlah program pengendalian banjir. Namun saat DIPA keluar, nilainya disebut jauh berkurang.






