Sumbar

Melintas di Jalan Longsor, 1 Warga Ngalau Gadang Terperosok ke Jurang

0
×

Melintas di Jalan Longsor, 1 Warga Ngalau Gadang Terperosok ke Jurang

Sebarkan artikel ini

Pessel, hantaran.Co–Derita warga Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan IV Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, seolah belum berakhir. Setelah hampir dua bulan terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor, kini musibah kembali menimpa seorang warga yang mengalami kecelakaan kerja saat melintasi jalan longsor sewaktu mengangkut padi dari sawah.

Korban diketahui bernama Afrizal (30 tahun), yang akrab disapa Buyuang. Ia terjatuh ke jurang sedalam sekitar 10 meter saat mengangkut sekarung padi menggunakan sepeda motor di jalan sempit dan licin kawasan Lurah Talang, Ngalau Gadang, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga : Dani Sopian: Pers Harus Tetap Kritis, Independen, dan Berpihak pada Kepentingan Rakyat

Masyarakat setempat, Jondra Folta, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika korban diminta warga untuk membantu mengangkut padi dari sawah. Akses jalan yang dilalui merupakan jalan yang sempit dan kondisinya rusak parah akibat longsor.

“Jalannya sempit dan licin. Saat membawa padi, karungnya tersangkut, motor oleng, lalu Afrizal jatuh masuk jurang dan tertimpa motornya,” ujar Jondra.

Afrizal diketahui merupakan salah satu korban bencana banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025. Rumahnya hanyut diterjang banjir dan longsor, sehingga saat ini ia tidak memiliki tempat tinggal tetap. Kondisi keluarga korban pun memprihatinkan. Kakaknya sedang berada di Padang karena anaknya menjalani operasi, sementara ayahnya sudah lanjut usia dan tidak memungkinkan untuk mengurus korban.

“Tidak ada keluarga yang mengurusnya. Semua kami masyarakat yang bergerak. Dari lokasi kejadian, korban kami tandu ramai-ramai ke Limau-limau, baru bisa diangkut pakai mobil pickup,” katanya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Afrizal tiba di Puskesmas Asam Kumbang menggunakan mobil pickup. Saat tiba, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan harus mendapatkan oksigen. Meski tidak ditemukan luka luar, korban mengalami penurunan kesadaran.

Peristiwa ini kembali mengingatkan betapa beratnya dampak keterisolasian warga Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara. Dalam kondisi darurat, mereka terpaksa menandu pasien sakit melewati jalur longsor. Bahkan sebelumnya, seorang warga bernama Safril (55 tahun) harus ditandu jenazahnya untuk dimakamkan di kampung halaman.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan akan segera membuka kembali akses menuju Kampung Ngalau Gadang. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, menyebutkan penanganan darurat telah disiapkan melalui APBD kabupaten dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar.

“Kami sudah menyiapkan pemasangan gorong-gorong plat baja atau Armco berdiameter tujuh meter sebagai pengganti jembatan yang putus. Anggarannya sekitar 1,9 miliar dari APBD,” kata Eka.

Menurutnya, penggunaan Armco menjadi solusi paling memungkinkan untuk penanganan cepat di tengah medan yang sulit. Pekerjaan ditargetkan mulai dilaksanakan pada Februari 2026, disertai dengan penurunan alat berat untuk membersihkan material longsor di beberapa titik jalan.

“Fokus awal membuka akses kendaraan dulu supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan kembali,” ujarnya.

Jangan Ada Lagi Korban Jalan Rusak

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah yang kembali menimpa warga Ngalau Gadang. Ia menilai kecelakaan yang dialami Afrizal merupakan dampak langsung dari belum terbukanya akses akibat bencana.

“Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tapi cerminan kondisi darurat yang dialami warga. Akses terputus membuat masyarakat mempertaruhkan keselamatan hanya untuk kebutuhan dasar,” ucap Novermal.

Ia berharap penanganan darurat yang dijanjikan oleh pemerintah daerah benar-benar dapat berjalan sesuai target.

“Harapan kita, sebelum Lebaran akses ke Ngalau Gadang sudah terbuka. Jangan sampai ada lagi warga yang jadi korban karena jalan rusak dan longsor,” pungkasnya.

Diketahui, Kampung Ngalau Gadang yang dihuni sekitar 670 jiwa terisolasi hampir dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Jembatan utama putus, sementara sedikitnya tiga titik jalan tertimbun longsor. Akibatnya, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian warga lumpuh total.