Dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah target nasional, Ronny menilai ruang fiskal Sumbar akan semakin terbatas. Pendapatan daerah berpotensi tumbuh lebih lambat, sementara belanja wajib seperti gaji pegawai, pendidikan, dan kesehatan terus meningkat.
“Kondisi ini membuat fiskal daerah cenderung reaktif, bukan strategis. Pemerintah daerah (pemda) lebih sibuk menutup kewajiban rutin dibanding mendorong transformasi ekonomi. Ketergantungan pada transfer pusat juga makin besar, sehingga fleksibilitas kebijakan daerah ikut menyempit,” ujarnya.
Terkait intervensi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar selama setahun terakhir, Ronny menilai kebijakan yang ditempuh belum sepenuhnya salah arah, namun kurang tajam dalam eksekusi. Ia menyoroti realisasi anggaran yang lebih bersifat administratif ketimbang produktif.
“Belanja daerah banyak yang aman secara politik, tapi minim efek pengganda ekonomi. Selain itu, iklim investasi belum benar-benar kompetitif. Perizinan sering cepat di atas kertas, tapi lambat di lapangan. Di sisi lain, Sumbar masih minim proyek jangkar yang bisa menarik investasi besar,” ujarnya.
Perlambatan ekonomi ini juga berisiko akan berdampak pada kondisi sosial. Ia memperkirakan tingkat pengangguran terbuka, terutama di kalangan usia muda dan lulusan baru, berpotensi meningkat secara perlahan. Sementara penurunan angka kemiskinan cenderung berjalan lambat.
“Lapangan kerja yang tercipta banyak di sektor informal dengan upah rendah. Ini membuat kemiskinan bisa stagnan, dan kelompok paling rentan adalah pekerja setengah menganggur, mereka bekerja tetapi pendapatannya tidak cukup meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Di lain pihak, Ronny mengingatkan potensi munculnya fenomena inflasi sunyi, yakni kenaikan harga kebutuhan pokok dan jasa yang berlangsung perlahan, sementara pendapatan masyarakat stagnan.
“Risikonya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial. Jika inflasi seperti ini berlangsung lama, kualitas hidup masyarakat menurun dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah bisa melemah,” tutur Ronny.






