PASAMAN, HANTARAN.Co — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Nagari Durian Tinggi resmi menuntaskan seluruh rangkaian program kerja yang dilaksanakan sejak 2 Januari hingga 6 Februari 2026 di Nagari Durian Tinggi, Kabupaten Pasaman. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa hadir dan berkolaborasi bersama masyarakat dalam berbagai bidang.
Ketua KKN Reguler I Nagari Durian Tinggi, Mulki Ferdyan Maulana, didampingi Sekretaris Khairiyanni Shagita, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Program dirancang berdasarkan kebutuhan nagari dan potensi lokal yang dapat dikembangkan.
Baca juga : Tunda Pembelian Mobnas, Pemkab Agam Prioritaskan Kepentingan Masyarakat
Di bidang pendidikan dan sosial, mahasiswa melaksanakan sejumlah kegiatan sosialisasi di beberapa sekolah. Di SDN 29 Kampung Taji, mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar guna meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak dini.
Selanjutnya, di SDN 22 Kampung Taji, tim KKN menggelar sosialisasi anti-bullying. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak perundungan, baik secara psikologis maupun sosial, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Sementara itu, di SMP IT Cahaya Madani, mahasiswa mengangkat isu sosial melalui edukasi mengenai LGBT dari sudut pandang sosial dan budaya. Materi disampaikan secara edukatif dengan menekankan pentingnya menjaga norma serta nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.
Untuk meningkatkan minat baca, mahasiswa juga menginisiasi program Pojok Literasi dengan melakukan pendataan koleksi buku di Kantor Wali Nagari serta mendiskusikan rencana pengembangannya. Selain itu, kegiatan mendongeng rutin dilaksanakan bagi anak-anak di sekitar posko KKN sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.
Mahasiswa KKN Reguler I
Di bidang ekonomi dan BUMNag, mahasiswa melakukan penguatan terhadap BUMNag Durti Saiyo. Mereka melakukan survei potensi usaha budidaya ikan lele dan ikan nila, sekaligus ikut serta dalam proses panen sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan.
Tidak hanya itu, inovasi produk UMKM juga menjadi perhatian. Mahasiswa mengembangkan produk turunan hasil perikanan berupa abon lele serta mengadakan seminar pembuatan lilin aroma terapi sebagai alternatif usaha kreatif bagi masyarakat.






