Ekonomi

BI Sumbar Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Daun Ramadan Festival

1
×

BI Sumbar Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Daun Ramadan Festival

Sebarkan artikel ini
BI

Padang, hantaran.Co–Tekanan ekonomi menjelang Ramadan dan Idulfitri, khususnya akibat kenaikan harga bahan pangan strategis seperti beras, masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Sumatra Barat (Sumbar). Kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli sekaligus menghambat laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Menjawab tantangan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatra Barat menggelar DAUN Ramadan Festival di halaman kantor BI Sumbar, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai upaya konkret mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus merespons persoalan inflasi pangan menjelang bulan suci.

Baca Juga : MBG di 50 Kota Terkendala Minim Dapur Penyedia

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan, DAUN Ramadan Festival merupakan bagian dari program Dari Nagari Untuk Negeri yang difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat jelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Salah satu persoalan utama yang disorot dalam festival tersebut adalah tingginya harga beras lokal di Sumatra Barat. Untuk itu, BI menghadirkan lomba memasak nasi goreng menggunakan beras pulen sebagai alternatif konsumsi yang lebih terjangkau.

“Ada berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya lomba memasak nasi goreng dari beras pulen. Kami ingin menunjukkan bahwa beras pulen juga cukup enak untuk dikonsumsi oleh masyarakat Sumbar,” ujar Majid.

Baca Juga  Telkom Pastikan Infrastruktur dan Layanan Prima pada Event World Superbike Mandalika

Ia menjelaskan, lomba tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih fleksibel dalam memilih jenis beras di tengah kenaikan harga beras lokal. Dengan mengonsumsi beras pulen yang harganya lebih murah, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa harga beras sedang tinggi. Beras pulen bisa menjadi alternatif karena lebih terjangkau, dan rasanya tetap enak jika diolah, misalnya menjadi nasi goreng,” katanya.

Selain persoalan pangan, BI Sumbar juga menyoroti dampak bencana alam yang masih dirasakan petani dan pelaku UMKM di sejumlah daerah. Untuk itu, BI terus menggenjot Program Sekolah Lapang sebagai upaya pemulihan ekonomi kelompok terdampak.

Program Sekolah Lapang tersebut memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani serta pelaku UMKM agar dapat kembali produktif. Kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta akan dilanjutkan di Kabupaten Solok. “Di Solok nanti kami akan melatih petani dan pelaku UKM terdampak bencana agar bisa bangkit kembali dan bercocok tanam secara berkelanjutan,” ujar Majid.

Baca Juga  Meski Pandemi, DPK Bank Nagari Justru Bertambah Rp929,510 Miliar

BI Sumbar Kembangkan Program Wakaf

Permasalahan lain yang juga menjadi perhatian adalah ketersediaan juru sembelih halal menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi daging saat Ramadan. BI Sumbar pun menyiapkan pelatihan sertifikasi halal bagi juru sembelih unggas, sapi, dan kambing. “Minggu depan kami akan melatih sekitar 20 orang lebih agar memiliki kemampuan memotong hewan sesuai syariat dan bersertifikat halal,” katanya.

Tak hanya itu, BI Sumbar juga mengembangkan program wakaf produktif melalui penanaman pohon bersama pondok pesantren, sekaligus mendorong kepedulian lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Majid menambahkan, selama Ramadan BI juga akan melaksanakan layanan penukaran uang serta operasi pasar terhadap sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan harga.

Sementara itu, lomba memasak nasi goreng dalam DAUN Ramadan Festival diikuti berbagai instansi perbankan dan mitra kerja BI Sumbar, sebagai bentuk sinergi bersama dalam menghadapi tantangan ekonomi menjelang bulan suci.