Opini

Waspada “Obat Dewa” dalam Jamu: Kesembuhan Instan yang Mengancam Kesehatan

0
×

Waspada “Obat Dewa” dalam Jamu: Kesembuhan Instan yang Mengancam Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Jamu

Bu Nanik, usia 40 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan wajahnya yang dulu tirus, sekarang menjadi bengkak tidak biasa.  Setelah dilakukan wawancara dan pemeriksaan, terungkap bahwa Bu Nanik rutin mengonsumsi jamu pegal linu 1 tahun belakangan untuk keluhan nyeri lutut yang dideritanya. Jamu tersebut dirasakan sangat manjur. Hanya sekali minum, nyeri lutut langsung hilang seketika.

Namun, dokter curiga justru jamu itu yang menyebabkan wajah Bu Nanik menjadi bengkak. Jamu yang seharusnya berisi ramuan alam yang butuh proses dalam penyembuhannya, tetapi langsung manjur hanya dalam sekali minum. Mengapa jamu yang diminum Bu Nanik bisa memberikan efek yang cepat?.

Baca Juga : BI Sumbar Genjot Pertumbuhan Ekonomi Lewat Daun Ramadan Festival

Jawabannya bukanlah karena kemurnian kandungan herbal jamunya, melainkan karena bahan tersembunyi yang dilarutkan ke dalamnya. Bahan kimia obat (BKO) yang seharusnya tidak boleh ada di dalam jamu, justru sering disalahgunakan oleh produsen jamu nakal. Jamu yang sejatinya merupakan warisan kekayaan budaya bangsa, hilang kemurniannya oleh produsen yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.

Baca Juga  The Five Founding Father SMA PGRI 1 Padang Menolak Lupa

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis bahwa ada 18 produk bahan alam dan suplemen kesehatan positif mengandung BKO. Temuan ini tidak hanya sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman yang merusak kesehatan, merugikan konsumen dan dapat merusak citra jamu yang merupakan warisan budaya bangsa.

Salah satu BKO yang sering dipakai pada jamu ilegal pegal linu adalah steroid. Steroid dijuluki “Obat Dewa” karena kemampuannya untuk mengatasi berbagai gejala penyakit. Salah satunya yaitu gejala peradangan yang mengakibatkan nyeri pada lutut Bu Nanik. Tapi dibalik kehebatannya, terkandung bahaya apabila digunakan sembarangan.

Baca Juga  Komunitas Sejarah dan Peran Serta Negara

Mengenal Steroid

Steroid sebenarnya adalah hormon yang dihasilkan oleh organ tubuh yang dikenal dengan kelenjar adrenal (anak ginjal) bagian korteks (luar). Bagian korteks ini terdiri atas 3 zona yang menghasilkan jenis steroid yang berbeda-beda. Salah satu jenis steroid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal adalah kortisol. Kortisol berfungsi untuk mengatur metabolisme, membantu tubuh dalam menghadapi stres dan berperan sebagai antiperadangan.

Karena fungsinya yang beragam, diciptakanlah zat kimia sintetis yang fungsinya meniru fungsi kortisol ini. Dikenal dengan nama kortikosteroid. Ada berbagai jenis obat kortikosteroid yang beredar di pasaran, antara lain prednison, metilprednisolon, dan deksametason. Kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk, meliputi tetes mata, salep, tablet, suntikan dan inhalasi. Kortikosteroid merupakan obat keras dan perlu pengawasan dokter dalam pemberiannya.