Sumbar

Sumbar Harus Lebih Ramah Investasi

1
×

Sumbar Harus Lebih Ramah Investasi

Sebarkan artikel ini
Sumbar

“Untuk yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan di tingkat provinsi. Sementara yang menjadi kewenangan kota akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang,” ujarnya.

Terkait bantuan bedah rumah, Albert mengungkapkan dari hasil komunikasi yang ia lakukan dengan anggota DPR RI, Alex Indra Lukman, tahun ini akan direalisasikan bantuan bedah rumah sebanyak 200 unit di Kota Padang, dengan sumber dana dari pemerintah pusat.

“Ini merupakan hasil perjuangan dan lobi Pak Alex Indra Lukman di tingkat pusat. Tahun 2026 di Kota Padang akan direalisasikan program bedah rumah untuk sebanyak 200 unit,” ucapnya.

Sumbar Belum Mandiri Secara Fiskal

Sebelumnya, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumbar menyatakan, pemda di Sumbar masih jauh dari kata mandiri secara fiskal. Dari 20 pemda di Sumbar, Pemprov Sumbar mencatatkan tingkat kemandirian fiskal tertinggi, yakni pada kisaran 43–45 persen. Hingga triwulan III 2025, tingkat kemandirian fiskal Pemprov Sumbar mengalami penurunan setelah mengalami kenaikan dari 44,46 persen pada 2023 menjadi 45,31 persen pada 2026.

Baca Juga  Anak Muda di Padang Melek Investasi, Saham Pun Jadi Hadiah Wisuda

Menurut Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Mohammad Dody Fachrudin, tren penurunan ini mengindikasikan dua hal, yakni ketergantungan yang masih tinggi terhadap transfer pusat dan pertumbuhan PAD yang lebih lambat dibanding belanja pemerintah.

“Secara struktural, Pemprov sudah masuk kategori menengah-kuat, namun belum sepenuhnya resilient terhadap shock fiskal nasional,” kata Dody kepada Haluan, beberapa waktu yang lalu.

Dody mengatakan, hingga triwulan III 2025 lima daerah di Sumbar mencatatkan tingkat kemandirian fiskal di atas 15 persen. Kelima daerah tersebut antara lain, Kota Padang, yang naik signifikan ke angka 33,19 persen; Kota Bukittinggi, yang naik stabil ke angka 19,63 persen; Kota Payakumbuh, yang stabil di angka 16,7 persen; Kabupaten Solok Selatan, yang melonjak tajam ke angka 15,32 persen; serta Kota Padang Panjang, yang menurun menjadi 15,30 persen.

Baca Juga  Telkom Siap Sukseskan Pembangunan Sumbar

 “Kelima daerah ini punya ciri yang sama, yakni punya basis ekonomi perkotaan, jasa, perdagangan, dan pariwisata yang relatif kuat,” ujarnya.