Selain agenda konsolidasi, kunjungan DPP GMNI ke Sumbar juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial pasca bencana di Kota Padang. Bersama DPD dan DPC, GMNI menggelar pemeriksaan kesehatan gratis serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak di hunian sementara.
Langkah tersebut menjadi wujud konkret implementasi Marhaenisme dalam kerja-kerja sosial di tengah masyarakat terdampak bencana.
Ke depan, para Ketua DPC di Sumbar menyatakan fokus pada penguatan kaderisasi dan advokasi terhadap kaum Marhaen. Mereka juga mengungkapkan rencana kaderisasi lintas provinsi pada April 2026 di Pasaman.
Tak hanya itu, Sumatera Barat juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) GMNI tahun 2027 mendatang, sebagaimana amanat Kongres XXII GMNI di Bandung, Juni 2025.
Konsolidasi di Bukittinggi pun ditutup dengan komitmen bersama menjaga marwah organisasi. GMNI Sumbar menegaskan tidak ingin lagi diintervensi ataupun diklaim berada di bawah kepentingan politik tertentu.
“GMNI adalah rumah juang para Marhaenis. Bukan alat politik dan bukan milik individu. Kami merdeka dalam berpikir dan bertindak demi terwujudnya sosialisme Indonesia,” tegas para pimpinan DPD dan DPC di hadapan Sekjend DPP GMNI.
Dengan semangat konsolidasi tersebut, GMNI Sumbar menatap agenda perjuangan ke depan dengan tekad memperkuat ideologi, kaderisasi, dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.





