Peristiwa

Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

0
×

Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

Sebarkan artikel ini
SAR
Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir. ist

PADANG, HANTARAN.Co — Hujan turun tanpa jeda sejak Rabu (11/2/26) siang. Di sejumlah titik Kota Padang, air perlahan meninggi, merendam jalan dan permukiman warga. Pukul 20.48 WIB, laporan masuk ke Kantor SAR Kelas A Padang: banjir meluas, warga membutuhkan evakuasi. Kurang dari 15 menit berselang, mesin kendaraan penyelamat dinyalakan. Enam personel rescuer meluncur ke lokasi, menembus malam dan derasnya hujan.

Informasi awal diterima dari warga bernama Feri pada Rabu malam. Curah hujan yang tinggi memicu luapan air di sejumlah kawasan Kota Padang, Sumatera Barat. Perkiraan titik terdampak berada di koordinat 0°59’04.2″S 100°23’57.1″E, sekitar 18,36 kilometer garis lurus dari Kantor SAR Padang atau ±24,7 kilometer melalui jalur darat dengan arah radial 129 derajat tenggara. Estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.

Baca Juga  Pengurus Bravo 5 Tolak Pelantikan Boy Lestari sebagai Ketua DPD Sumbar

Baca juga : PSP Padang Pesta 14 Gol ke Gawang Gaung Putra

Pukul 21.00 WIB, tim diberangkatkan dari Markas SAR di Jalan By Pass KM 25, Batipuh Panjang, Koto Tangah. Di bawah komando lapangan, enam personel membawa satu unit rescue car dan perlengkapan lengkap: perahu rafting, peralatan SAR air, mountaineering, medis, serta perangkat komunikasi. Semua disiapkan untuk satu tujuan: memastikan keselamatan warga.

Tim SAR Padang Bergerak Evakuasi

Di lapangan, tantangan tidak ringan. Debit air terus meningkat dan arus cukup deras. Cuaca masih diguyur hujan dengan kecepatan angin sekitar 6 knot. Kondisi ini menuntut ketepatan membaca situasi sekaligus kehati-hatian dalam setiap manuver evakuasi.

Baca Juga  Enam Orang Peserta Napak Tilas Ditemukan, Begini Kondisinya

Meski data korban masih dalam pendataan, prioritas tim adalah menjangkau warga yang terjebak di rumah-rumah dan titik genangan terdalam. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan unsur terkait di daerah untuk mempercepat respons dan distribusi bantuan.

Bagi Kantor SAR Padang, setiap panggilan darurat adalah amanah. “Satu Jiwa, Satu Rasa” menjadi semangat kolektif yang menyatukan personel di lapangan. Mereka bergerak sebagai satu keluarga besar penyelamat profesional, modern, dan teruji oleh berbagai operasi kemanusiaan.

Di tengah malam yang basah dan gelap, lampu rotator kendaraan penyelamat menjadi penanda harapan. Bahwa di saat warga membutuhkan, negara hadir. Bahwa di setiap bencana, ada tangan-tangan sigap yang bekerja tanpa menunggu pagi. (*)