BeritaEkonomi

Swasembada Protein Dimulai dengan Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

2
×

Swasembada Protein Dimulai dengan Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Swasembada
Swasembada Protein Dimulai dengan Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

JAKARTA, HANTARAN.Co – Pemerintah mengakselerasi program swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di sejumlah daerah. Program ini sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah sektor perunggasan, serta menjaga stabilitas pasokan daging ayam dan telur bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, pemerintah telah memulai hilirisasi ayam terintegrasi di enam daerah sebagai langkah awal pembangunan ekosistem perunggasan nasional dari hulu hingga hilir.

“Pemerintah memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir di enam daerah,” kata Agung, Kamis (12/2).

Baca juga : Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Bangun Silaturahmi, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Groundbreaking pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi fase pertama telah dilakukan di enam titik, dengan pusat kegiatan di Malang, Jawa Timur. Enam lokasi tersebut meliputi Malang (Jawa Timur), Bone (Sulawesi Selatan), Gorontalo Utara (Gorontalo), Paser (Kalimantan Timur), Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), dan Lampung Selatan (Lampung). Tahap awal ini menjadi bagian dari rencana pengembangan nasional di 30 titik.

Baca Juga  Subsidi Tarif Listrik Diperpanjang PLN Hingga Maret 2021, Ini Daftarnya

Swasembada Protein Dimulai

Menurut Agung, program yang diinisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut merupakan langkah antisipatif negara untuk memastikan ketersediaan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, merata, serta berpihak pada peternak rakyat. Kebutuhan nasional protein hewani diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diproyeksikan membutuhkan sekitar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.

Ia menegaskan, hilirisasi ayam bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi pembangunan ekosistem terintegrasi yang mencakup penguatan pembibitan dari grand parent stock hingga final stock, pengembangan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, peningkatan kesehatan hewan, pembangunan rumah potong unggas dan rantai dingin, hingga pengolahan, logistik, dan pemasaran.

Baca Juga  Pemko Bukittinggi Peringati Hari Pahlawan Nasional Ke 78 dan Hari Kesehatan Nasional Ke 59

“Hilirisasi ayam terintegrasi ini untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara. Selain itu, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (*)