BeritaOlahraga

Bangkit atau Kian Tenggelam? Semen Padang FC Tanpa Ruang Santai di Kanjuruhan

18
×

Bangkit atau Kian Tenggelam? Semen Padang FC Tanpa Ruang Santai di Kanjuruhan

Sebarkan artikel ini
Semen Padang FC
Bangkit atau Kian Tenggelam? Semen Padang FC Tanpa Ruang Santai di Kanjuruhan. IRHAM

PADANG, HANTARAN.Co — Jelang laga menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/2/2026), Semen Padang FC masih terjebak di zona degradasi. Pelatih Kepala Semen Padang FC tegaskan tidak ada ruang bersantai untuk keluar dari papan bawah.


Berdasarkan klasemen sementara tim berjuluk Kabau Sirah berada di peringkat ke-16. Hingga pekan ke-20 Semen Padang FC baru mengoleksi 15 poin dari 20 pertandingan. Meski sempat meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Persita Tangerang pekan lalu, Dejan menegaskan agar pemainnya selalu fokus dan bekerja keras sepanjang paruh kedua demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Baca juga : Ujian Berat di Kanjuruhan, Bisakah Semen Padang Fc Curi Poin dari Arema?


“Tetap fokus, dari tiga laga sebelumnya cukup positif. di manapun bertanding kita mau menang, kalaupun kita tidak bisa menang jangan sampai kalah. Tiga poin atau satu poin sangat penting untuk kita,” ujar Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic pada sesi jumpa pers jelang laga kontra Arema FC, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga  Dejan Antonic Optimistis Semen Padang FC Bertahan di Liga 1


Ambisi Dejan Antonic untuk keluar dari papan bawah turut didukung oleh manajemen. Semen Padang FC pada bursa transfer paruh musim melakukan perombakan skuad. Total 13 pemain baru direkrut baik lokal maupun asing untuk menyelamatkan tim dari papan bawah.

Semen Padang FC Tanpa Ruang


Kedatangan mereka tidak serta merta mengubah Semen Padang FC langsung menjadi tim yang kuat. Dejan Antonic sebagai pelatih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menyatukan pemain baru dan yang lama.

Baca Juga  Pekan 15 BRI Super League, Persija Pantang Anggap Remeh Semen Padang FC


“Ya hampir satu skuad pemain yang datang untuk membantu membawa kita ke posisi yang lebih baik. Tidak ada terlalu banyak waktu jangan lupa kita harus segera tim ini kompak, menyatukan semua ide-ide yang kita punya. puji Tuhan sampai sekarang semua berjalan oke,” ujarnya


Ia mengakui, berada di papan bawah memiliki tekanan yang lebih berat dibandingkan berada di papan atas maupun di papan tengah.


“Kalau kita main di tim yang berada di zona merah itu jauh lebih bahaya daripada di papan atas dan tengah. Karena kita tidak ada waktu lagi untuk santai, harus tetap fokus dan disiplin,” ujarnya. (h/dna)