Limapuluh Kota, HANTARAN.Co — Ratusan warga di Kecamatan Mungka dan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota merasa bahagia setelah menerima bantuan pasang baru listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia melalui aspirasi Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Mulyadi.
Temu ramah sekaligus penyerahan paket sembako kepada para penerima manfaat digelar di Gedung Olahraga Akasia, Kecamatan Mungka, Minggu (15/2). Turut hadir GM PLN Sumbar Ajrun Karim, Pengurus DPD Demokrat Provinsi Sumbar Darman Sahladi, Camat Mungka dan Guguak, para wali nagari se-Kecamatan Mungka dan Guguak, serta Ketua KAN Mungka.
Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Prima Maifirson, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang terpaksa menumpang listrik ke rumah tetangga atau keluarga karena terkendala biaya pemasangan baru yang cukup besar, mencapai sekitar Rp2.500.000.
“Awalnya lebih dari 400 rumah yang kami usulkan. Saat ini yang sudah terpasang sekitar 236 rumah. Alhamdulillah, untuk yang belum terpasang akan dilanjutkan pada tahun ini,” ujarnya.
Baca juga : Fadly Amran Ketua IPQAH Sumbar Periode 2026-2031, Ciptakan Generasi Qurani
Menurut Prima, program BPBL sangat membantu masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati listrik secara mandiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Mulyadi terkait keluhan masih adanya warga yang belum tercover program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia menambahkan, saat ini status Kabupaten Lima Puluh Kota belum mencapai universal health coverage (UHC), sehingga masyarakat kurang mampu masih kesulitan mendapatkan layanan berobat gratis.
“Kebutuhan vital masyarakat seperti beasiswa kuliah di perguruan tinggi hingga rehab rumah juga menjadi perhatian kami di DPRD. Harapannya, kebutuhan tersebut bisa diakomodir sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat,” tambahnya.
236 Rumah Terpasang Listrik
Sementara itu, GM PLN Sumbar Ajrun Karim memastikan program BPBL akan dilanjutkan pada 2026. Masyarakat yang telah diusulkan namun belum terpasang listriknya pada 2025 akan diprioritaskan pada tahun berikutnya.
“PLN mendapat amanah untuk melayani masyarakat dalam penyediaan listrik agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, termasuk mendukung kegiatan ekonomi,” terangnya.
Mulyadi menegaskan semakin banyak usulan yang masuk, semakin banyak pula masyarakat yang bisa terlayani. Hal itu, katanya, sejalan dengan target Presiden RI agar tidak ada lagi rumah tangga yang belum menikmati listrik.
“Silakan usulkan semuanya yang membutuhkan pemasangan listrik. Ini gratis dan tidak dipungut biaya. Pada 2025, kuota yang saya usulkan sebanyak 4.500 sambungan. Sudah banyak yang terpasang dan masih ada tambahan usulan untuk 2026. Semoga segera tuntas,” ujarnya.
Salah seorang penerima bantuan, Memi Enifa mengaku bersyukur atas program tersebut. Selama ini ia bersama keluarganya menumpang listrik dari rumah kerabat. Dengan adanya pemasangan baru secara gratis, kini ia dapat menikmati listrik sendiri dengan lebih aman dan nyaman.
“Alhandulillah pada Desember lalu rumah saya sudah terpasang listrik baru. Terima kasih kepada Bapak Mulyadi, Prima Maifirson, dan PLN yang telah mengabulkan aspirasi kami,” pungkasnya. (h/fjr)





