AGAM, HANTARAN.Co – Suara tawa pecah di sela kepulan asap kayu bakar yang menari di udara Huntara Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan. Aroma santan dan bumbu rendang yang dimasak perlahan menyatu dengan semangat kebersamaan warga.
Di bawah tenda sederhana, ibu-ibu tampak riang mengaduk rendang di kuali besar, sementara para bapak sibuk menyiapkan kayu bakar, memotong daging dan memastikan kebutuhan memasak terpenuhi.
Kebersamaan itu hadir dalam kegiatan Marandang Bersamo yang digelar PDI Perjuangan Kabupaten Agam di Posko PDI Perjuangan Kayu Pasak, Senin (16/2). Kegiatan ini menjadi ruang hangat bagi para penyintas bencana untuk sejenak melupakan duka dan menyalakan kembali harapan.
Baca juga : Wawako Tinjau Pasar Pabukoan Tiakar, Dorong UMKM dan Ekonomi Warga
Emi, seorang pengungsi yang kini tinggal di hunian sementara (huntara), tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Senang sekali rasanya. Kami bisa berkumpul, memasak bersama dan makan bersama. Rasanya seperti kembali punya keluarga besar di sini,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengaku kegiatan semacam ini memberi kekuatan baru bagi warga yang masih berjuang menata hidup setelah bencana. Kebersamaan yang tercipta, menurutnya, jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materi.
PDI Perjuangan Nyalakan Harapan di Kayu Pasak
Hal serupa disampaikan Iyaik, warga Kayu Pasak yang ikut terlibat sejak pagi.
“Kegiatan seperti ini membuat kami merasa tidak sendiri. Ada yang datang, peduli dan mau duduk bersama kami,” katanya.





