JAKARTA, HANTARAN.Co – Komitmen pemerintah menjaga stabilitas keamanan di Papua kembali ditegaskan melalui langkah-langkah cepat dan terukur menyusul sejumlah gangguan keamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Penembakan terhadap pesawat perintis di Bandara Koroway, gangguan terhadap rombongan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia, hingga ancaman terhadap pekerja layanan publik menjadi perhatian serius negara.
Respons yang diambil tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Penguatan pengamanan segera dilakukan di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah penerbangan perintis dan kawasan operasional vital.
Baca juga : Dua Hari Dicari, Aska (13) Ditemukan Tak Bernyawa di Hilir Sungai Batang Pelangai
Bandara Koroway di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang berperan penting sebagai jalur distribusi logistik dan mobilitas tenaga kesehatan serta pendidikan, kini mendapat tambahan personel TNI–Polri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perlindungan menyeluruh agar akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjamin.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan aksi kekerasan mengganggu stabilitas daerah.
“Penguatan pengamanan dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman dan tenang,” tegas Djamari Chaniago, Selasa (17/2).
Pernyataan tersebut menandai pendekatan preventif yang kini diperkuat di Papua. Pemerintah menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan, sehingga setiap potensi eskalasi segera diantisipasi melalui koordinasi lintas institusi. Aparat di lapangan bergerak berdasarkan evaluasi situasi dan pemetaan risiko yang terukur.
Pasca Penembakan Pesawat, Pemerintah Jamin
Di Timika, aparat juga bergerak cepat menangani insiden di area operasional PT Freeport Indonesia. Proses evakuasi korban berlangsung sigap dan pelayanan medis diberikan secara optimal. Langkah pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, menunjukkan bahwa supremasi hukum tetap menjadi pijakan utama.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menekankan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas dalam setiap operasi keamanan.





