Sumbar

Taman Syech Kukut Disiapkan Jadi Pusat Literasi dan Budaya

0
×

Taman Syech Kukut Disiapkan Jadi Pusat Literasi dan Budaya

Sebarkan artikel ini
syech

Solok, hantaran.Co–Rencana revitalisasi Taman Syech Kukut di pusat Kota Solok mengemuka di tengah sorotan publik terhadap minimnya ruang interaksi warga. Selama ini, taman tersebut dinilai belum optimal sebagai ruang publik yang mampu menampung aktivitas literasi, seni, dan budaya masyarakat.

Sejumlah warga menilai keberadaan taman kota masih sebatas ruang terbuka hijau tanpa program kegiatan yang berkelanjutan. Kondisi ini membuat taman kurang menarik dikunjungi, terutama oleh generasi muda yang membutuhkan ruang berekspresi dan berinteraksi secara kreatif.

Baca Juga : Pemko Payakumbuh Ajak Warga Bereskan Sampah dari Hulu

Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Solok merancang revitalisasi Taman Syech Kukut menjadi Taman Literasi dan Budaya. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga aktif secara sosial dan edukatif.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan bahwa revitalisasi ini ditargetkan terealisasi pada tahun 2025. Ia menilai, keberadaan taman kota yang pasif berpotensi membuat ruang publik kehilangan fungsinya sebagai pusat pertemuan dan interaksi masyarakat.

Baca Juga  Damkar Kabupaten Solok Bersihkan Material Longsor, Jalan di Singkarak Bisa Dilalui

Menurutnya, persoalan utama yang selama ini muncul adalah minimnya aktivitas terjadwal di ruang publik. “Akibatnya, taman sering kali sepi pengunjung dan tidak memberikan dampak ekonomi maupun sosial yang berarti bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Konsep taman literasi dan budaya dinilai sebagai solusi atas keterbatasan tersebut. Taman Syech Kukut nantinya dirancang tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai pusat kegiatan literasi, pembinaan seni, serta ruang tampil bagi komunitas budaya lokal.

Namun, rencana ini juga memunculkan tantangan baru, mulai dari kesiapan infrastruktur pendukung, pengelolaan kegiatan rutin, hingga konsistensi pemerintah dalam memastikan program tidak berhenti sebatas seremoni awal. Tanpa manajemen yang berkelanjutan, revitalisasi dikhawatirkan hanya menjadi proyek fisik tanpa ruh aktivitas.

Taman Syech Kukut Diisi Berbagai Agenda

Pemerintah Kota Solok berencana mengisi taman dengan berbagai agenda rutin, khususnya pada malam Sabtu dan Minggu, seperti pertunjukan silek, randai, kegiatan olahraga, serta event budaya. Skema berbasis event ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Baca Juga  Kapolres Pessel dan Bhayangkari Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadan

“Pengalaman penyelenggaraan event budaya berskala besar sebelumnya menunjukkan tingginya animo masyarakat ketika ruang publik difungsikan secara kreatif. Namun, tantangan menjaga kesinambungan acara tetap menjadi pekerjaan rumah agar minat publik tidak hanya muncul sesaat,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan infrastruktur kota yang semakin memadai, Taman Syech Kukut diharapkan dapat bertransformasi menjadi salah satu destinasi utama warga dan wisatawan. “Persoalannya, daya tarik tersebut sangat bergantung pada konsistensi program, keamanan, kebersihan, serta keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaannya,” katanya.

Ke depan, revitalisasi Taman Syech Kukut menjadi ujian komitmen Pemerintah Kota Solok dalam menghadirkan ruang publik yang benar-benar hidup, edukatif, dan berdaya guna. Tanpa pengelolaan yang partisipatif dan berkelanjutan, tujuan menjadikan taman sebagai pusat literasi dan budaya berisiko tidak tercapai.