Opini

Puasa, Fokus, dan Seni Mengelola Bisnis

0
×

Puasa, Fokus, dan Seni Mengelola Bisnis

Sebarkan artikel ini
puasa

Dalam praktiknya, fokus tercermin dari keberanian untuk mengatakan “tidak”. Tidak pada proyek yang tidak sejalan dengan visi. Tidak pada pertumbuhan yang terlalu cepat tanpa kesiapan sumber daya. Tidak pada keuntungan jangka pendek yang mengorbankan reputasi dan kepercayaan. Keputusan-keputusan ini sering kali sulit, tetapi justru menentukan kualitas bisnis dalam jangka panjang.

Puasa juga mengajarkan pengelolaan energi. Kita belajar bahwa energi tidak selalu konstan, dan bahwa bekerja secara berlebihan tidak selalu menghasilkan hasil yang lebih baik. Pemimpin yang memahami ritme energinya sendiri cenderung lebih empatik terhadap tim dan lebih realistis dalam menetapkan target.

Dalam konteks ini, fokus juga berarti menjaga keseimbangan. Bisnis bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga keberlanjutan. Tim yang kelelahan, pemimpin yang kehilangan arah, dan budaya kerja yang terlalu menekan sering kali menjadi tanda kurangnya fokus pada aspek manusiawi dalam organisasi.

Baca Juga  Pendidikan Kesehatan Dalam Peningkatan Perilaku Sehat Lanjut Usia

Ramadan mengingatkan bahwa manusia bukan mesin. Ada batasan fisik, emosional, dan mental yang perlu dihormati. Bisnis yang mampu bertahan lama biasanya adalah bisnis yang memahami batasan ini dan membangun sistem yang mendukung kesehatan jangka panjang, bukan hanya performa sesaat.

Lebih jauh, fokus membantu memperjelas nilai. Dalam kondisi lapar dan lelah, nilai-nilai yang kita pegang akan terlihat lebih jelas: apakah kita tetap jujur, tetap adil, dan tetap peduli. Nilai-nilai inilah yang pada akhirnya membentuk karakter bisnis. Strategi bisa berubah, pasar bisa bergeser, tetapi nilai yang kuat menjadi jangkar dalam setiap keputusan.

Pada akhirnya, seni mengelola bisnis bukan hanya tentang membaca pasar, tetapi tentang membaca diri sendiri. Puasa memberikan kesempatan langka untuk melakukan hal ini secara mendalam. Ia mengajarkan bahwa fokus bukan sesuatu yang dicari di luar, melainkan dibangun dari dalam.

Baca Juga  Teruslah Berkepentingan dengan Sungai

Ramadan tidak datang untuk memperlambat bisnis, tetapi untuk memperdalam cara kita menjalaninya. Di tengah dunia yang serba cepat, puasa mengajarkan keheningan yang produktif. Dari keheningan inilah fokus lahir dan dari fokus, keputusan yang lebih bijak diambil.

Jika fokus adalah aset terbesar dalam bisnis, maka puasa adalah salah satu latihan paling autentik untuk menumbuhkannya. Bukan dengan tekanan, melainkan dengan kesadaran. Bukan dengan ambisi yang bising, tetapi dengan niat yang jernih. Dan mungkin, di situlah seni mengelola bisnis sebenarnya dimulai. (*)

Oleh:

Sugesti Edwar

Motivator Bisnis/Pengusaha