Sumbar

CFN untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Kecil Pariaman

0
×

CFN untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat Kecil Pariaman

Sebarkan artikel ini
CFN

Pariaman, hantaran.Co–Penyelenggaraan Car Free Night (CFN) Bermalam Minggu di kawasan Simpang Tabuik, difokuskan Pemerintah Kota Pariaman sebagai ruang penguatan ekonomi masyarakat kecil. Kegiatan malam bebas kendaraan bermotor ini dirancang untuk mendorong perputaran transaksi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menikmati hiburan sekaligus berbelanja di lapak-lapak usaha yang disiapkan di sepanjang area Car Free Night. Konsep acara menggabungkan rekreasi warga dengan penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga : Puasa, Fokus, dan Seni Mengelola Bisnis

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan CFN menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menciptakan pusat keramaian baru yang berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha kecil.

Baca Juga  Libur Panjang Dongkrak PAD Carocok Painan, Tembus Rp422 Juta dalam 5 Hari

“Kegiatan ini adalah upaya pemerintah daerah untuk membantu menghidupkan ekonomi masyarakat kecil. Ketika ramai, transaksi terjadi, maka usaha warga ikut bergerak,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dengan berbelanja di stan UMKM dan pedagang kaki lima. Partisipasi pengunjung dinilai menjadi kunci utama keberhasilan tujuan ekonomi kegiatan tersebut.

Menurutnya, CFN bukan sekadar hiburan akhir pekan, tetapi dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi mikro berbasis keramaian publik. Pemerintah ingin ruang kota dimanfaatkan untuk aktivitas produktif masyarakat.

CFN Agenda Rutin

Pemko Pariaman, kata Mulyadi, berencana menjadikan CFN sebagai agenda rutin dengan penyempurnaan konsep melalui evaluasi lintas dinas, khususnya perangkat daerah yang membidangi perdagangan, koperasi, UMKM, dan pariwisata.

Baca Juga  40 Jenazah Korban Bencana di Padang Pariaman Sudah Ditemukan

Kegiatan CFN sebelumnya sempat digelar di kawasan depan balaikota, namun terhenti akibat bencana hidrometeorologi di akhir 2025. Tahun ini, kegiatan dihidupkan kembali dengan format lebih terarah pada dampak ekonomi.

Selain aktivitas jual beli, acara juga diisi penampilan hiburan dari band internal pemerintah daerah, bintang tamu, dan atraksi seni pelajar untuk meningkatkan daya tarik kunjungan masyarakat.

Sejumlah pelaku UMKM dan pedagang kaki lima mengakui terjadi kenaikan omzet selama CFN berlangsung dan berharap kegiatan malam bebas kendaraan bermotor tersebut terus digelar sebagai agenda unggulan penggerak ekonomi kerakyatan