Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu dirancang untuk memperkuat sektor pangan nasional sekaligus mendukung kebutuhan protein dalam program MBG.
“Melalui pembangunan fasilitas ini diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, khususnya untuk mendukung program strategis MBG sebagai investasi besar bangsa dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujar Ghimoyo.
Selain di Malang, ID Food juga melakukan peletakan batu pertama di lima lokasi lainnya, yakni Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Bone, Paser, dan Sumbawa. Enam fasilitas tersebut merupakan bagian dari rencana besar pembangunan 30 fasilitas hilirisasi peternakan unggas di seluruh Indonesia.
Ghimoyo menargetkan 30 fasilitas itu mampu meningkatkan produksi hingga 1,5 juta ton daging ayam dan satu juta ton telur. Program ini diperkirakan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun secara bruto.
Dengan sinergi antara program gizi nasional dan penguatan industri perunggasan, pemerintah tidak hanya memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan. Program MBG pun dinilai menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor peternakan sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. (h/sfr)





