Nasional

DPR dan Pemerintah Sepakat Percepat Dana Darurat Sumatera

1
×

DPR dan Pemerintah Sepakat Percepat Dana Darurat Sumatera

Sebarkan artikel ini
pemerintah

Langkah ini diharapkan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera tanpa mengorbankan kepastian pendanaan bagi kementerian teknis di lapangan.

Pemerintah Agar Memperbolehkan Bantuan Diaspora

Selain itu, Sufmi Dasco Ahmad juga meminta pemerintah untuk memperbolehkan bantuan dari diaspora, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Malaysia, untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Menurut dia, bantuan itu bisa diberikan kepada masyarakat khususnya terkait dengan momen menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Dia pun meminta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra pemerintah untuk berkoordinasi dengan Bea Cukai mengenai persoalan tersebut.

“Karena ini namanya sumbangan hanya satu kali dan jumlahnya tidak ganggu. Saya pikir Pak Mendagri kita bisa realisasi secepatnya supaya barang-barang ini bisa masuk,” kata Dasco.

Baca Juga  Rencana Penghapusan Premium, Pertalite dan Solar, ini Tanggapan Politisi PAN DPR RI

Menurut dia, Kementerian Pertanian pun tidak akan terlalu keberatan terkait masuknya barang-barang bantuan itu. Namun, dia mengatakan penyaluran bantuan itu harus diawasi ketat hingga sampai ke tempat pengungsian. “Ini sudah keburu dibeli, barangnya tinggal dikirim, dan hanya satu kali. Dan saya pikir mungkin kita bisa kasih dispensasi karena cuma sekali,” kata dia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa berbagai bantuan dari diaspora asal Aceh di Malaysia yang akan dikirim itu terdiri dari minyak goreng 3.000 liter senilai Rp1 miliar, gula pasir sekitar Rp50 juta, air mineral Rp672 juta, makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar, pakaian baru sebanyak 3.000 karung senilai Rp126 miliar, sejumlah Al Quran senilai Rp1 miliar, hingga sejumlah kloset untuk toilet senilai Rp4,8 miliar.

Baca Juga  Pangkostrad Angkat Bicara Terkait Dugaan Prajuritnya yang Diperkosa Perwira Paspampres

Menurut dia, mereka meminta agar bantuan itu bisa dikirimkan ke Pelabuhan Lhokseumawe dari Port Klang, Malaysia. Sebab, kata dia, barang-barang itu kini sudah berada di pelabuhan tersebut untuk dikirimkan. “Tadinya mereka mau kirim beras juga tapi kita tolak. Sebaiknya jangan beras, karena kita sudah swasembada beras. Ini ada minyak goreng, gula pasir,” kata Tito.