PESISIR SELATAN, HANTARAN.Co — Banjir besar yang menghantam Nagari Pasie Pelangai dan Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu menuai sorotan. Kali ini, sorotan tertuju pada gorong-gorong crossing di ruas jalan nasional yang dinilai tak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Akibatnya, air meluap dan merendam ratusan rumah warga sekitar. Genangan air bahkan bertahan hingga berhari-hari sebelum akhirnya surut secara perlahan.
Warga menyebut, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan dengan intensitas tinggi, dua nagari tersebut hampir selalu menjadi langganan banjir. Parahnya lagi, luapan air sempat hampir memutus akses jalan nasional karena ketinggian air di atas badan jalan mencapai hampir sepinggang orang dewasa.
“Kalau hujan deras beberapa jam saja, air langsung naik. Gorong-gorong itu sudah tidak sanggup lagi menyalurkan debit air,” ujar Imal (48) salah seorang warga setempat.
Menurutnya, persoalan ini sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pihak berwenang, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Wali Nagari Pasie Pelangai telah menyurati Kepala BPJN Sumbar, meminta agar gorong-gorong tersebut diganti dengan jembatan agar aliran air lebih lancar.
Hal serupa juga dilakukan Camat Ranah Pesisir pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025 lalu. Surat resmi dilayangkan ke BPJN Sumbar dengan permintaan yang sama mengganti gorong-gorong dengan jembatan permanen.
Gorong-gorong Jalan Nasional Diduga
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, mengatakan bahwa aspirasi masyarakat Ranah Pesisir sudah sangat jelas dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran akses jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi.





