Sumbar

Nagari Creative Hub Jadi Andalan Mahyeldi-Vasko

0
×

Nagari Creative Hub Jadi Andalan Mahyeldi-Vasko

Sebarkan artikel ini
creative

Kelima elemen ini berfungsi sebagai pengungkit potensi ekonomi nagari, publikasi produk unggulan, wadah edukasi dan literasi, hingga pemasaran produk secara digital. Dari sisi kegiatan, NCH menghadirkan pelatihan digital skill, inkubasi UMKM, serta pemanfaatan marketplace dan live streaming untuk penjualan produk nagari. Di Padang Pariaman misalnya, pelaku UMKM telah memanfaatkan TikTok dan Shopee sebagai kanal distribusi baru. “Keberhasilan pengembangan UMKM diindikasikan dengan meningkatnya proporsi jumlah usaha kecil dan menengah yang mencapai 4,08 persen, melampaui target 2,69 persen pada 2025,” tutur Arry.

Selain itu, realisasi investasi untuk UMK sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp2,24 triliun, yang menyasar sektor primer, sekunder, dan tersier. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap PDRB juga melampaui target, yakni mencapai 29,82 persen.

Ke depan, kata Arry, NCH tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga simpul sinergi investasi berbasis nagari. Pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, dan investor swasta melalui skema kemitraan dan promosi proyek siap investasi.

Baca Juga  Wako Bukittinggi Hantarkan Rancangan Perubahan KUA PPAS

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Zefnihan mengakui, tantangan fiskal menjadi kendala utama percepatan pembangunan. Efisiensi belanja dan pendekatan “money follows program” menjadi strategi untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberi dampak ekonomi dan sosial maksimal.

“Dalam kondisi transfer pusat yang menurun, kami harus cermat. Prioritas diberikan pada program dengan dampak paling besar dan penguatan investasi serta hilirisasi komoditas unggulan,” katanya.

Pemprov Sumbar saat ini juga terus menyederhanakan perizinan, memperkuat kepastian regulasi, menyiapkan proyek siap investasi, serta meningkatkan promosi potensi daerah. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, perbankan, dan investor swasta diperluas agar pembangunan tidak membebani fiskal daerah secara berlebihan.

Baca Juga  Pom Migor Diluncurkan di Pessel, Beli Minyak Goreng Kini Pakai Dispenser Digital

Setahun kepemimpinan Mahyeldi–Vasko menunjukkan fondasi pembangunan yang mulai menguat: infrastruktur yang kian terkoneksi, UMKM yang terdigitalisasi melalui Nagari Creative Hub, indikator pendidikan dan kesehatan yang membaik, serta investasi yang terus didorong.

Namun pekerjaan belum selesai. Tantangan kesiapan SDM, keterbatasan anggaran, dan dinamika ekonomi global menuntut konsistensi kebijakan dan keberanian berinovasi. “Pembangunan harus inklusif dan berkelanjutan. Kita ingin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke nagari,” kata Sekdaprov Arry Yuswandi.