JAKARTA, HANTARAN.Co – Pemerintah menegaskan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis dalam posisi surplus produksi, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman dalam rilis yang diterima media ini, Senin (23/2) menegaskan produksi dan stok nasional dalam posisi kuat.
Baca juga : Satpol PP Tertibkan Balap Liar dan Petasan Saat Subuh di Batang Kapas, Empat Pelajar Dibina
“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga (belum swasembada) ini pun stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” ujar Amran.
Ia mengungkapkan stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dan dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1–1,5 juta ton.
Pemerintah juga menyiapkan cadangan beras program SPHP sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.
Operasi Pasar Perkuat Stabilitas Harga
Pengawasan distribusi dan stok diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan. Pemerintah menegaskan penindakan akan difokuskan pada pelaku distribusi besar apabila ditemukan pelanggaran.
“Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,” ungkapnya.





