Berita

Dua orang warga Nagari Lingkuang Aua PasbarAlami kebakaran ditinjau Bupati Yulianto

1
×

Dua orang warga Nagari Lingkuang Aua PasbarAlami kebakaran ditinjau Bupati Yulianto

Sebarkan artikel ini
Warga
Dua orang warga Nagari Lingkuang Aua PasbarAlami kebakaran ditinjau Bupati Yulianto. ist

PASBAR, HANTARAN.Co — Senja di Jumat (20/2/26) itu seharusnya menjadi waktu yang tenang bagi Bahri (74) dan Nur Hayani (66). Namun, tepat saat azan Magrib berkumandang, ketenangan warga Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua, Pasaman Barat pecah oleh kobaran api yang melahap habis tempat berteduh kedua lansia tersebut.

Tiga hari berselang, Senin (23/2/26), sisa-sisa arang dan aroma hangus masih terasa di lokasi. Bupati Pasbar Yulianto, datang bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai seorang anak yang ingin merangkul orang tuanya yang sedang berduka.

Baca juga : Sebanyak 79 orang Kepala SD dan SMP menerima SK penugasan

Melihat kondisi Bahri yang sudah senja, Bupati Yulianto tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Di tengah gang sempit dan akses jalan yang sulit—kendala yang sempat menghambat mobil pemadam menjinakkan api malam itu—Bupati menyampaikan permohonan maaf yang tulus.

Baca Juga  Gelar Wisuda Tahfidz Angkatan I, Pemko Bukittinggi Apresiasi SDN 08 Kubu Tanjung

“Kami datang membawa duka yang sama. Kami mohon maaf karena akses yang sulit membuat penanganan awal tidak bisa secepat yang kita semua harapkan. Namun, percayalah, Bapak dan Ibu tidak sendirian menghadapi cobaan ini,” ucap Yulianto dengan suara rendah, menyalami tangan Bahri yang gemetar.

Dua orang warga Nagari Lingkuang Aua

Bupati mengingatkan bahwa musibah ini adalah pengingat bagi semua untuk saling menjaga, terutama dari bahaya korsleting listrik yang kerap mengintai dalam sunyi. Namun di balik musibah, ada ketabahan yang luar biasa terpancar dari wajah Bahri dan Nur Hayani.

Untuk menyambung asa yang sempat padam, bantuan pun mengalir. Bukan sekadar angka dan jenis barang, tapi ini adalah bentuk kasih sayang kolektif dari Pemerintah Daerah, Dinas Sosial, Bank Nagari, hingga Baznas. Mulai dari beras, selimut untuk menghalau dinginnya malam, hingga perlengkapan ibadah seperti baju koko dan sarung, diserahkan agar mereka tetap bisa bersujud dengan layak di tengah ujian.

Baca Juga  Anggota DPRD Kota Bukittinggi Masa Jabatan 2024-2029 Dilantik

Bantuan uang tunai dari Baznas dan Bank Nagari diharapkan menjadi modal awal bagi kedua keluarga ini untuk menyusun kembali puing-puing kehidupan mereka.

Sore itu di Batang Toman, meski rumah telah rata dengan tanah, setidaknya Bahri dan Nur Hayani tahu bahwa di Pasbar, masih banyak tangan yang siap mengulur dan hati yang bersedia berbagi beban.

“Terimakasih kedatangan Bapak, walaupun tidak bisa menggantikan apa yang hilang dari kami. Namun, ini bisa menjadi obat awal bagi kami untuk bangkit,”kata Bahri. (h/os)