Sumbar

Tol Padang–Sicincin Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di KM 18+998

3
×

Tol Padang–Sicincin Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di KM 18+998

Sebarkan artikel ini
sicincin

Menurut Mardiansyah, Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36 km telah beroperasi sejak 28 Mei 2025 dan menjadi penghubung strategis di Sumbar. “Kehadiran interchange, termasuk Interchange Lubuk Alung, diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas kawasan serta memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan dengan memangkas waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol,” katanya.

COO Danantara Kunjungi Tol Padang-Sicincin

Sebelumnya, Dalam rangka memastikan percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional sekaligus mendorong peningkatan konektivitas wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dony Oskaria melakukan kunjungan kerja ke Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin pada Kamis (19/2/2026).

Kunjungan ini turut dihadiri jajaran manajemen Danantara, pemerintah daerah (pemda), serta pemangku kepentingan terkait. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade; Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah; Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi; Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan; serta Direktur Utama PT HK Infrastruktur, Aji Prasetyanti.

Baca Juga  Kunjungan ke Mentawai, Kakanwil Kemenag Helmi : Akan Bangun Enam Lagi Kantor KUA di Sumbar

Kunjungan kerja ini difokuskan pada peninjauan Jalan Tol Padang–Sicincin serta Interchange Lubuk Alung yang menjadi simpul penting konektivitas kawasan. Jalur utama (main road) dan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) telah rampung 100 persen dan telah dioperasionalkan. Saat ini, pekerjaan konstruksi difokuskan pada penyelesaian akses Lubuk Alung yang progresnya telah mencapai 20,90 persen.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran manajemen bersama para pemangku kepentingan turut membahas dampak strategis kehadiran Jalan Tol Padang–Sicincin bagi masyarakat Sumatra Barat. Ruas tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari yang semula sekitar 1,5–2 jam menjadi sekitar 30–45 menit, sekaligus meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kelancaran distribusi logistik, penguatan sektor pariwisata, hingga peningkatan investasi.

Baca Juga  Angka Stunting Turun, Pemkab Solok Diganjar Penghargaan dari BKKBN

“Kesiapan operasional dan aspek keselamatan menjadi fokus utama dalam pengoperasian ruas tol ini. Kami memastikan kesiapan operasional, aspek keselamatan, serta kenyamanan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Kehadiran Jalan Tol Padang–Sicincin diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan efisien,” ujar Iwan Hermawan.