“Pemulihan harus menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin mereka bisa kembali hidup normal secepatnya,” ucapnya lagi.
Kunjungan itu pun disambut hangat oleh warga. Rina (38), salah seorang penghuni Huntara, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Sangat membantu kami, apalagi di bulan puasa seperti sekarang,” tuturnya.
Saat ini, 31 KK di Huntara Nagari Puluik-Puluik masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan fasilitas terbatas. Mereka berharap proses relokasi atau pembangunan rumah permanen segera terealisasi agar bisa kembali menata kehidupan dengan lebih layak.
Kunjungan tersebut juga didampingi sejumlah pejabat terkait dan menjadi bagian dari upaya pengawasan koordinasi terhadap penanganan korban bencana di Pesisir Selatan. Warga pun berharap perhatian dari pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut hingga proses pemulihan benar-benar tuntas. (h/kis)





