BeritaEkonomi

MBG Pacu Produksi dan Distribusi Pangan, Swasembada Kian Menguat

1
×

MBG Pacu Produksi dan Distribusi Pangan, Swasembada Kian Menguat

Sebarkan artikel ini
MBG
MBG Pacu Produksi dan Distribusi Pangan, Swasembada Kian Menguat. ist

Setiap dapur SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang per hari. Angka tersebut mencerminkan dampak ekonomi langsung dari program MBG, tidak hanya di sektor konsumsi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.

Dari sisi perdagangan, Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyebut MBG memberikan kepastian permintaan yang memotivasi peternak ayam, termasuk pelaku UMKM, untuk meningkatkan produksi. “Karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu permintaan naik turun tergantung pasar,” kata Budi.

Ia menambahkan, peningkatan produksi membuat harga daging ayam relatif terkendali karena pasokan bergerak linear dengan permintaan. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional daging ayam berada di kisaran Rp40.259 per kilogram. Meski sedikit melampaui harga acuan Rp40.000 per kilogram, pemerintah memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.

Baca Juga  Besok Bawaslu Pesisir Selatan Bakal Tertibkan APS dan APK Ilegal, Ini Sasarannya

“Tapi kita minta diantisipasi. Meskipun Lebaran atau Nataru, pasokan harus terjaga. Jadi ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil,” ujarnya.

Dengan kepastian pasar, penguatan distribusi, serta dukungan infrastruktur dan standar mutu di tingkat dapur, MBG dinilai menjadi instrumen strategis dalam memperkuat swasembada pangan. Pemerintah menegaskan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkokoh fondasi ekonomi nasional berbasis desa dan kerakyatan. (h/sfr)