“Tahun ini kami menyiapkan 111 kios. Sebanyak 91 pedagang sudah mendaftar, namun pada hari pertama baru 81 pedagang yang mengisi kios,” katanya.
Pengurangan jumlah kios, jelasnya, dilakukan menyesuaikan ketersediaan lahan dan kebutuhan penataan agar aktivitas jual beli tetap tertib dan nyaman. Tahun ini, Pemko memanfaatkan lahan milik warga bernama Eni yang dipinjamkan selama bulan Ramadan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami telah menyiapkan mekanisme pendaftaran, penataan kios, serta pendataan pedagang agar pembagian berjalan transparan dan adil. Harapan kita, pemusatan lokasi ini menghadirkan suasana lebih tertib dan berdampak positif bagi ekonomi pedagang,” ucapnya. (*)





