PADANG, HANTARAN.Co – Tekanan menggelayuti kursi pelatih kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyusul rentetan hasil inkonsisten yang menjerumuskan Kabau Sirah ke dasar klasemen. Laga pekan ke-24 menghadapi PSIM Yogyakarta disebut-sebut menjadi partai krusial yang bisa menentukan nasib juru taktik asal Serbia tersebut.
Dalam lima pertandingan terakhir, Semen Padang hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan dua kekalahan. Situasi kian memburuk setelah tim kebanggaan Ranah Minang itu dibantai 4-0 oleh Bhayangkara FC pada pekan ke-23.
Kekalahan telak tersebut membuat Semen Padang terdampar di posisi juru kunci klasemen BRI Super League. Ancaman degradasi pun semakin nyata membayangi.
Baca juga : Wabup Parulian Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Dua Kecamatan
Sorotan tajam datang dari Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Melalui akun Instagram pribadinya @andre_rosiade, Selasa (24/2/2026) malam WIB, ia melontarkan pernyataan tegas yang mengindikasikan evaluasi besar-besaran, termasuk kemungkinan pergantian pelatih jika hasil buruk kembali terulang saat menjamu PSIM.
“Kekalahan ini menyakitkan. Manajemen memulai langkah-langkah untuk melakukan evaluasi agar tim ini selamat dari degradasi,” tulis Andre.
Dejan Antonic di Ujung Tanduk, Laga Kontra
Menanggapi situasi tersebut, Dejan Antonic memilih untuk tetap fokus mempersiapkan tim ketimbang larut dalam spekulasi. Dalam sesi jumpa pers jelang laga, Selasa (3/3/2026), ia menegaskan tidak ingin terdistraksi oleh isu pemecatan.
“Lebih baik kita fokus ke pertandingan besok (kontra PSIM Yogyakarta). Saya tidak peduli orang mau berkata apa, apapun yang terjadi biar Tuhan yang tentukan keputusan terakhir,” ujar Dejan.
Meski berada di bawah tekanan, Dejan tetap mematok target tiga poin pada laga yang akan digelar Rabu (4/3/2026) di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang. Kemenangan dinilai menjadi harga mati untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.
“Puji Tuhan kita bisa menang menghadapi PSIM Yogyakarta, dan kita lihat apa yang terbaik untuk Semen Padang FC,” tutupnya.
Laga kontra PSIM bukan sekadar pertarungan tiga poin, melainkan ujian mental, harga diri, dan mungkin penentu masa depan sang pelatih di Ranah Minang. (h/dna)





