Narkoba Ancaman Nyata Generasi Muda
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur
Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan
apresiasi atas kinerja jajaran Polda Sumbar dalam
membongkar jaringan peredaran narkotika
berskala besar tersebut. Namun, di balik apresiasi itu, Mahyeldi juga menyampaikan peringatan keras, khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.
“Kalau ada ASN yang terlibat narkoba, akan kami jatuhi sanksi tegas, bahkan tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan bisa dipecat. ASN adalah pelayan publik, harus
menjadi teladan bagi masyarakat,” tutur
Mahyeldi.
Ia menilai, maraknya peredaran narkoba di
Sumbar merupakan ancaman nyata bagi generasi
muda. Oleh sebab itu, pemberantasan tidak bisa
hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi
harus diperkuat dengan edukasi dan langkah
pencegahan hingga ke sekolah-sekolah dan
nagari.
“Narkoba adalah musuh bersama. Semua
pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah,
aparat, tokoh adat, tokoh agama, hingga
keluarga,” katanya.
Dengan total sabu lebih dari 6,4 kilogram yang
dimusnahkan, aparat memperkirakan ribuan
orang berpotensi terselamatkan dari jerat
penyalahgunaan narkotika. Nilai ekonominya pun
ditaksir mencapai miliaran rupiah di pasar gelap.
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam
Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar
Datuak Nan Sati menilai jumlah barang haram
yang berhasil diamankan aparat kepolisian itu
adalah bukti tak terbantahkan bahwa ancaman
narkoba di Ranah Minang sudah berada pada
level yang mengkhawatirkan.
“Ini bukti yang tidak terbantahkan bahwa
narkoba di Sumbar cukup tinggi. Tidak
terbayangkan berapa orang anak kemenakan
yang bisa hancur karena barang haram ini,” kata
Fauzi Bahar.





