BeritaEkonomi

Mendag: Koperasi Desa Merah Putih jadi Simpul Kolaborasi Ritel Modern dan UMKM Desa

1
×

Mendag: Koperasi Desa Merah Putih jadi Simpul Kolaborasi Ritel Modern dan UMKM Desa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HANTARAN.CO — Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Koperasi ini diproyeksikan menjadi simpul kolaborasi antara koperasi desa, ritel modern dan distributor guna memperkuat jaringan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke tingkat desa.

Budi Santoso menegaskan, KDMP tidak dibentuk untuk bersaing dengan ritel modern maupun toko kelontong yang telah lebih dahulu berkembang di tengah masyarakat. Sebaliknya, koperasi tersebut dirancang sebagai jembatan distribusi yang memperkuat akses barang kebutuhan sekaligus membuka peluang pasar bagi produk-produk UMKM desa.

“Sebenarnya ini kesempatan bagus untuk saling berkolaborasi dengan minimarket dan distributor untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa,” kata Budi Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga  Layanan Kesehatan Bangkit Total, RS dan Puskesmas di Sumatera Kembali Berdenyut Pascabencana

Menurutnya, KDMP atau yang juga dikenal sebagai Kopdes hadir dengan misi utama memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui sistem kemitraan yang lebih terstruktur.

Melalui pola kolaborasi tersebut, koperasi desa dapat memperpendek rantai pasok distribusi barang. Distributor dapat menyalurkan produk secara langsung ke koperasi desa, yang kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat setempat.

“Pada dasarnya KDMP dibentuk untuk memberdayakan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Budi menjelaskan, model distribusi yang lebih ringkas tersebut akan membantu menekan biaya logistik sekaligus mempercepat proses penyaluran barang. Dengan sistem yang lebih tertata, produk-produk lokal dari pelaku UMKM desa juga diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

Baca Juga  Kopdes Merah Putih Perkuat UMKM Desa dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Selain menjadi pusat distribusi barang kebutuhan, KDMP juga didorong untuk mengembangkan berbagai layanan ekonomi masyarakat. Koperasi desa tersebut bahkan berpotensi menjalankan fungsi tambahan seperti layanan apotek, klinik kesehatan, hingga kegiatan ekspor produk lokal.

“KDMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik, dan bahkan menjadi salah satu eksportir produk desa,” ujar Budi.

Pemerintah menilai kolaborasi antara ritel modern, distributor, dan koperasi desa akan menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan saling menguatkan. Setiap pihak dapat menjalankan perannya masing-masing dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga barang di tingkat masyarakat.