Ekonomi

Realisasi Belanja Negara di Sumbar Tumbuh 13,19 Persen

6
×

Realisasi Belanja Negara di Sumbar Tumbuh 13,19 Persen

Sebarkan artikel ini

Padang, hantaran.Co–Realisasi belanja negara di Sumatera Barat hingga 31 Januari 2026 tercatat sebesar Rp3,29 triliun atau tumbuh 13,19 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut melampaui pertumbuhan pendapatan negara sebesar Rp617,32 miliar atau naik 1,58 persen (yoy), menunjukkan akselerasi belanja pemerintah di awal tahun anggaran.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Dody Fachrudin, mengatakan kinerja awal APBN di daerah masih berada pada jalur yang selaras dengan target nasional.

Baca Juga : Pemkab Dharmasraya Pasang PJU, Optimalisasi Layanan Penerangan

Baca Juga  Wagub Audy Ajak Hipmi Kembangkan Usaha Hilirisasi Pertanian

“Sampai dengan akhir Januari 2026, realisasi pendapatan dan belanja negara di Sumatera Barat menunjukkan tren positif dan tetap on track sesuai target APBN. Belanja negara tumbuh cukup kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pemulihan dan mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” ujarnya, Selasa (3/32026).

Dari sisi pendapatan, sambungnya, realisasi Rp617,32 miliar setara 6,4 persen dari target tahunan Rp9,65 triliun. Penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 77,34 persen atau Rp477,46 miliar. Pajak dalam negeri neto tercatat Rp299,63 miliar, dengan sektor perdagangan sebagai penyumbang terbesar mencapai Rp88,74 miliar.

Baca Juga  Pemkab Pessel Dukung Penuh Pembangunan Yonif TP di Wilayah Kodim 0311

Sementara itu, penerimaan perpajakan luar negeri mencapai Rp177,84 miliar atau 13,12 persen dari target, yang didominasi Bea Keluar sebesar Rp177,18 miliar.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp139,86 miliar atau 7,36 persen dari target, didorong kinerja Badan Layanan Umum (BLU) yang tumbuh 29,72 persen (yoy).

Pada sisi belanja, dari total Rp3,29 triliun yang telah disalurkan, komponen terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,87 triliun atau 16,9 persen dari pagu.