AGAM, hantaran.co — Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini bisa diakses di seluruh puskesmas tanpa dipungut biaya.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar di Gedung Guru, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, Ade Rezki menyebutkan bahwa program CKG merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
“Presiden kita, Bapak Prabowo sangat konsen terhadap kesehatan masyarakat. Selama Republik Indonesia berdiri, baru kali ini seorang presiden memiliki program Cek Kesehatan Gratis untuk masyarakat,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurutnya, sebelum program CKG diluncurkan, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh atau medical check-up umumnya hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, karena biaya yang cukup mahal dan biasanya hanya tersedia di rumah sakit tertentu.
“Sebelumnya, cek kesehatan hanya dilakukan oleh masyarakat yang mampu secara ekonomi. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan hingga ke luar negeri,” katanya.
Kini melalui program CKG, masyarakat dapat melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan secara gratis di puskesmas, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, asam urat, kesehatan jantung, pencernaan hingga pemeriksaan gigi.
Ia menegaskan, program tersebut bertujuan untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini sehingga dapat dilakukan pencegahan lebih cepat.
Selain itu, Ade Rezki juga mengajak masyarakat untuk mendukung program nasional lainnya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
Ia mengakui, program unggulan pemerintah tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar. Pada tahun lalu, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp71 triliun dan pada tahun ini meningkat menjadi Rp268 triliun.
“Karena anggarannya sangat besar, masyarakat juga perlu melakukan pengawasan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan kualitas makanan yang diberikan memenuhi standar gizi,” ujarnya.
Menurutnya, menu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG seharusnya memenuhi prinsip gizi seimbang atau konsep 4 sehat 5 sempurna.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua Tim Eliminasi Pasung Kementerian Kesehatan RI Dr. Leon Muhammad, MARS, Anggota DPRD Kabupaten Agam Dr. Novi Irwan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Eka Lusiana, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Hendri Rusdian, Camat Kamang Magek Fikri Aulia Isman, serta Kepala Puskesmas Kamang Magek drg. Nofiendri. (*)





