Sementara itu, Anggota DPRD Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kerusakan Sungai Batang Pelangai agar segera terealisasi.
Menurutnya, kondisi sungai yang semakin rusak berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat jika tidak segera ditangani.
“Kami akan terus mengkomunikasikan dan mengawal penanganan kerusakan Sungai Batang Pelangai ini agar segera ditindaklanjuti. Ini menyangkut keselamatan masyarakat serta keberlangsungan lahan pertanian warga,” kata Novermal dikutip keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Novermal juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya normalisasi sungai yang akan dilakukan pemerintah.
“Saya berharap masyarakat dapat secara sukarela menyerahkan sebagian tanah yang berada di badan sungai untuk kepentingan normalisasi. Ini demi keselamatan bersama dan untuk mencegah bencana yang lebih besar di masa depan,” ucapnya.
Selain pemerintah provinsi, penanganan kerusakan alur Sungai Batang Pelangai juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Atas komunikasi Dinas SDA-BK Provinsi Sumbar, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWS Sumatera V) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR telah turun langsung menangani kerusakan alur sungai di kawasan Pelangai Gadang dan Pelangai Kaciak.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan upaya pemulihan Sungai Batang Pelangai dapat berjalan maksimal sehingga potensi bencana di wilayah tersebut dapat diminimalisir. “Cepat pulih negeriku,” tutur Novermal. (h/kis)





