Padang, hantaran.Co–Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) dari BPJS Kesehatan Sudah mencakup 5,5 Juta peserta di Sumbar hingga Maret 2026.
Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Oktovianus Ramba didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Meri Lestari menjelaskan jumlah tersebut masuk peserta yang aktif dan tidak aktif.
“Secara nasional cakupan kepesertaan terdaftar 284,4 juta jiwa atau 98,67 persen. Dengan keaktifan 221,1 juta jiwa atau 76,80 persen. Kalau di Sumbar sekitar 5,5 juta jiwa atau sekitar 94,87 persen,” ucapnya, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga : Mampukah Imran Nahumarury Selamatkan Semen Padang FC dari Jerat Degradasi?
Dari jumlah tersebut ada 73,01 persen peserta aktif. “Kita terus mengimbau pemerintah daerah bersama-sama untuk meningkatkan cakupan peserta aktif,” jelasnya.
Terkait pelayanan, Octavianus menjelaskan biaya pelayanan kesehatan yang sudah dibayarkan BPJS ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) baik FKTP maupun FKRTL terus meningkat setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2024 sebanyak Rp3,6 triliun dan selama 2025 mencapai Rp4,2 triliun.
“Tren nya terus meningkat. Dimana di tahun 2019 yang dibayarkan sebesar 2,4 triliun. Di tahun 2024 sebanyak 3,6 triliun, sedangkan 2025 dibayarkan 4,2 triliun,” ucapnya.
Ia menambahkan salah satu faktor nya karena Faskes di Sumbar termasuk yang sangat lengkap. Setidaknya ada total 576 FKTP, dan 279 klinik, 4 RS Kelas A yang juga sudah mengcover biaya transplantasi ginjal. “Dalam sehari ada 47.319 orang yang ke Faskes,” ucapnya.





