Sumbar

Mudik 2026 Diprediksi Padat, Polda Sumbar Siapkan Skema One Way di Lembah Anai

0
×

Mudik 2026 Diprediksi Padat, Polda Sumbar Siapkan Skema One Way di Lembah Anai

Sebarkan artikel ini
Mudik
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq

PADANG, HANTARAN.CO — Mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, Polda Sumatera Barat (Sumbar) melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lembah Anai, jalur utama penghubung Padang dan Bukittinggi.

Rekayasa tersebut berupa penerapan sistem satu arah (one way), serta waktu steril (clearance time), guna mengurangi potensi kemacetan di jalur yang diprediksi menjadi salah satu titik rawan kepadatan kendaraan selama musim mudik.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menjelaskan pengaturan arus kendaraan itu merupakan hasil koordinasi lintas instansi dalam rangka persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Ia menerangkan, kendaraan yang bergerak dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi akan diberlakukan sistem satu arah mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Baca Juga  Pilkada Pesisir Selatan Semakin Dekat, Welly Bernando Terus Jalin Silaturahmi Dengan Sejumlah Tokoh

Setelah periode tersebut berakhir, arus lalu lintas dari arah sebaliknya, yakni dari Bukittinggi menuju Padang, akan diberlakukan skema yang sama mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Menurutnya, kebijakan ini diambil karena kondisi jalan di kawasan Lembah Anai belum sepenuhnya pulih setelah terdampak bencana beberapa waktu lalu. “Meski demikian, perbaikan infrastruktur terus dikebut dan ditargetkan pada H-7 Lebaran jalur tersebut sudah dapat difungsikan selama 24 jam dengan dua arah,” ujar Reza.

Selain penerapan sistem satu arah, kepolisian juga akan memberlakukan waktu steril selama 30 menit pada jalur sepanjang kurang lebih 20 kilometer.

Baca Juga  Wako Erman Safar :  Peran Guru Tentukan Masa Depan Bangsa

Pada periode tersebut, seluruh kendaraan tidak diperbolehkan melintas karena jalur akan dikosongkan sementara untuk mencegah potensi kecelakaan saat pergantian arus kendaraan.

Untuk mendukung pengamanan arus mudik, pihak kepolisian juga akan mendirikan sejumlah pos pantau dan pos siaga di beberapa titik strategis, seperti kawasan Lembah Anai, Padang Panjang, serta beberapa lokasi lainnya di sepanjang jalur tersebut.

Pemantauan kondisi lalu lintas juga akan dilakukan selama 24 jam dengan memanfaatkan drone, teknologi pemantauan modern, serta sistem RTMC (Regional Traffic Management Center) untuk memantau pergerakan kendaraan secara langsung.